Jakarta (ANTARA) - Kawasan Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, melakukan pembersihan serta pengelolaan dan pemilahan sampah langsung dari sumbernya untuk mendukung konsep zero waste.
Aksi bersih-bersih ini dilakukan oleh puluhan petugas gabungan dengan turut mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk menyemprot dan membersihkan seluruh area terminal, Jumat.
"Total personel sebanyak 50 orang ditambah unsur PO Bus, sopir, UMKM, dan ditambah satu unit mobil Damkar untuk penyemprotan," kata Kepala Terminal Kalideres Nur Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Selain melakukan penyemprotan, petugas gabungan bersama para pelaku usaha di terminal juga menyisir area untuk mengangkut sampah-sampah yang berserakan.
Momentum pembersihan ini juga dimanfaatkan oleh Pemerintah Kelurahan Kalideres untuk mendorong Terminal Kalideres menjadi pelopor terminal ramah lingkungan di Jakarta.
Dalam aksi tersebut, pihak kelurahan menyosialisasikan Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pengelolaan dan Pilah Sampah dari Sumber.
Sebagai langkah konkret, satu perangkat alat komposter diserahkan secara simbolis kepada pengelola terminal.
"Pembersihan ini untuk kenyamanan. Kami berharap setelah ini seluruh komponen di Terminal Kalideres bisa memulai upaya memilah sampah," ujar Prasetyo, menekankan pentingnya komitmen menuju zero waste.
Sementara itu, Lurah Kalideres Rizky Dwiputra berharap sosialisasi Ingub Nomor 5 Tahun 2026 dapat membangun kesadaran kolektif seluruh ekosistem terminal, mulai dari petugas, awak bus, hingga pelaku UMKM, untuk mengelola sampah secara bijak.
Ia menambahkan, dengan kehadiran alat komposter tersebut, Terminal Kalideres diharapkan mampu mereduksi volume sampah organik secara mandiri, sehingga dapat mengurangi beban sampah yang harus dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
"Kesadaran untuk mengolah sampah dari sumber harus dilakukan bersama-sama. Tidak hanya dari lingkungan permukiman, tapi Terminal Kalideres juga bisa menjadi contoh bagi terminal lain dalam mengurangi sampah di lingkungannya," tutur Rizky.





