TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah mengambil telur dan daging ayam dari luar wilayah.
Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar Pemprov Jateng, Jumat (12/6/2026).
Rapat yang dipimpin Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Jateng Taj Yasin ini diikuti ketua satgas wilayah dari 35 kabupaten/kota, Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah, dan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang dan KPPG Sleman.
"Iya, belum terserap dengan baik (telur dan ayam) dengan adanya SPPG yang ada di jawa Tengah," kata Taj Yasin selepas rapat koordinasi di Gedung B, Pemprov Jateng, Kota Semarang, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Anggota DPR RI Yoyok Bongkar Dugaan Permainan KDMP dan MBG di Jateng
Jumlah SPPG di Jateng sebanyak 4.060 titik.
Sementara, jumlah kebutuhan telur untuk MBG mencapai 720 ton per pekan.
Daging ayam, mencapai 7,2 ton per hari atau mencapai mencapai 1.452 ton per pekan.
Menurut Yasin, rapat ini untuk memastikan peternak bisa merasakan manfaat Program MBG sehingga bisa mendongkrak ekonomi lokal.
Agar tujuan itu tercapai, kini, pihaknya sedang menyiapkan skema kesepakatan bersama antara asosiasi peternak dengan SPPG.
"Kami ingin ada kesepakatan itu agar SPPG ini menyerap kebutuhan bahan pokok dari Jawa Tengah, khususnya telur, ayam, dan ikan," terangnya.
Kesepakatan itu didorong karena ada aduan bahwa SPPG di Jateng justru mengambil bahan baku dari luar Jateng.
Taj Yasin menyebut, temuan itu harus menjadi bahan evaluasi lalu harus memastikan agar SPPG mengambil pemasok lokal.
"Misal, SPPG Banjarnegara ngambil bahan baku telur atau sayur itu juga barus dari Banjarnegara," terangnya.
Baca juga: Ketua DPRD Jateng Sumanto Bantah Terlibat Dugaan Korupsi MBG: Saya Tak Kenal Pak Sony Sonjaya
Jika tak ada pemasok atau pasokan dari dalam wilayah kurang, Taj Yasin mendorong agar pasokan diambl dari daerah lain tapi masih di wilayah Jateng.
"Kami kesepakatannya adalah mengambil dari Jawa Tengah, per provinsi," terangnya.
Sementara, Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah Reza Mahendra mengatakan, perlu ada kesepakatan antara SPPG dengan Kasatgas Percepatan MBG Jawa Tengah agar program MBG bisa menyerap bahan baku lokal terlebih dahulu.
Tujuannya, agar bahan baku lokal ini tidak lari ke provinsi lain.
Dengan kesepakatan itu, ia berharap, pemaosk lokal bisa merasakan dampak MBG. (*)