Akses yang ditutup sementara yakni Stasiun Dukuh Atas BNI ⁠Entrance C dan E serta Entrance A Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta.

Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) menutup akses sementara menuju kawasan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dan Stasiun Dukuh Atas BNI imbas kepadatan aksi unjuk rasa di sekitar area tersebut.

"Sehubungan dengan adanya peningkatan kepadatan di sekitar area Stasiun Dukuh Atas BNI dan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, dilakukan penyesuaian akses stasiun," kata Pelaksana harian (Plh.) Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Franky Ertanto di Jakarta, Jumat.

Akses yang ditutup sementara yakni Stasiun Dukuh Atas BNI ⁠Entrance C dan E serta Entrance A Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta.

Kendati demikian, pihaknya memastikan pelanggan masih bisa mengakses MRT secara normal untuk stasiun lainnya.

"Layanan perjalanan MRT Jakarta tetap beroperasi normal. Pelanggan dapat menggunakan akses masuk dan keluar stasiun lainnya yang tersedia serta mengikuti arahan petugas di lapangan," kata dia.

MRT Jakarta terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan.

Sementara itu, Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa keputusan untuk mensterilkan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dari aktivitas unjuk rasa didasari oleh kajian teknik serta analisis dampak sosial yang mendalam di lapangan.

​Tidak hanya dari sisi mobilitas, kawasan Bundaran HI juga merupakan zona objek vital ekonomi nasional serta pusat perhotelan internasional. Polisi menilai stabilitas keamanan dan kenyamanan di area tersebut harus dijaga bersama demi menjaga citra serta perputaran ekonomi di jantung kota.

​Sebagai dasar hukum, kepolisian merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No. 232 Tahun 2015 yang mengatur lokasi penyampaian pendapat, serta Pasal 6 UU No. 9 Tahun 1998 yang mewajibkan setiap warga negara menghormati hak orang lain dan menjaga ketertiban umum saat berdemo.

​Sebagai solusinya, pemerintah dan kepolisian telah mengarahkan massa ke tiga ruang alternatif resmi yang dirancang mampu menampung demonstran tanpa melumpuhkan urat nadi kota, yaitu Silang Selatan Monas, Parkir Timur Senayan, dan Alun-Alun Demokrasi DPR/MPR RI.