Penonton ITV akan semakin akrab dengan sosok Christina Unkel selama enam minggu ke depan, mendengarkan analisisnya mengenai keputusan-keputusan besar wasit di Piala Dunia 2026, di mana ia memberikan pandangan profesionalnya sebagai pakar perwasitan.
Unkel mendapat banyak sorotan sejak pertandingan pembuka turnamen antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan, yang diwarnai dengan tiga kartu merah oleh wasit Wilton Sampaio.
Namun, siapa sebenarnya Christina Unkel, dan apa yang membuatnya layak menjadi pakar dalam membahas keputusan-keputusan wasit di panggung sebesar ini?
Christina Unkel bukanlah wajah baru bagi pemirsa ITV. Ia sebelumnya juga tampil di stasiun televisi tersebut, dan kini kembali hadir untuk memberikan wawasan selama Piala Dunia tahun ini.
Unkel merupakan mantan wasit berlisensi FIFA, profesi yang ia jalani selama bertahun-tahun setelah pertama kali mulai meniup peluit di usia sepuluh tahun.
Sepanjang kariernya, ia memimpin berbagai pertandingan internasional sepak bola wanita di seluruh dunia, serta menjadi wasit di liga-liga papan atas Amerika Serikat.
Setelah pensiun dari dunia perwasitan, Christina Unkel kini berprofesi sebagai pakar VAR. Ia melakukan debut siaran pertamanya pada Piala Dunia Wanita 2019 bersama Fox.
Selain itu, Unkel juga pernah menjadi kolumnis untuk The Athletic dan CBS Sports, di mana ia memberikan pandangan profesional tentang keputusan wasit, hukum permainan, serta isu-isu hukum yang berkaitan dengan sepak bola.
Nama Christina Unkel pertama kali didengar di televisi Inggris saat Euro 2024, ketika ia menjadi bagian dari tim liputan turnamen ITV.
Tahun ini, ia kembali mengisi peran yang sama di layar kaca selama Piala Dunia, berbagi analisis dan penjelasan tentang berbagai keputusan penting di lapangan.
Dalam wawancara dengan LA Times pada tahun 2023, Unkel menjelaskan bahwa tugasnya bukan untuk membela para wasit, melainkan untuk membantu publik memahami proses pengambilan keputusan dan alasan di baliknya.
Ia mengatakan: “Lebih sering daripada tidak, saya biasanya dapat menjelaskan mengapa keputusan itu benar atau bagaimana seharusnya bisa lebih baik. Atau mengapa seorang ofisial melewatkannya.
“Saya memberikan edukasi kepada komunitas sepak bola tentang bagaimana keputusan itu diambil, apakah benar atau salah, dan bagaimana interpretasinya dilakukan.”