TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN- Kini judi online dan pinjaman online ilegal menjadi ancaman baru yang mengintai generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Tim Penggerak PKK Nunukan yang menggelar kegiatan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) serta Sosialisasi Pencegahan Judi Online dan Pinjaman Online Teratasi (JUPITER) bagi orang tua murid SMAN 1 Nunukan, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Nunukan itu dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Nunukan, Ny Andi Annisa Muthia Irwan Sabri.
Dalam sambutannya, Annisa menegaskan bahwa kemajuan teknologi digital memang memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diwaspadai bersama.
Baca juga: Tim Penggerak PKK Nunukan Beri Bantuan 367 Paket Sembako Bagi Lansia dan Dhuafa, Dana dari Internal
Menurutnya, akses terhadap judi online dan pinjaman online ilegal kini semakin mudah, sehingga berpotensi menjangkau kalangan remaja dan pelajar.
"Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga dapat merusak kesehatan mental, prestasi belajar, hubungan sosial, bahkan masa depan generasi muda kita," ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai kasus menunjukkan kecanduan judi online dapat memicu kebohongan dalam keluarga, konflik rumah tangga hingga tindakan melanggar hukum akibat tekanan utang.
Karena itu, Annisa menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka, pengawasan yang bijaksana, dan kedekatan emosional dalam keluarga menjadi kunci utama untuk mencegah anak terjerumus ke dalam aktivitas negatif di dunia maya.
Melalui program PAAREDI, TP PKK Kabupaten Nunukan berupaya meningkatkan kemampuan keluarga dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.
Sedangkan melalui sosialisasi JUPITER, masyarakat diberikan pemahaman tentang bahaya judi online dan risiko pinjaman online ilegal.
"Kita ingin membangun kesadaran bersama agar pencegahan bisa dilakukan sejak dini," katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Nunukan, Sularno, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi kepada orang tua sangat penting mengingat tantangan yang dihadapi pelajar saat ini semakin kompleks.
Menurut Sularno, berdasarkan pemantauan sekolah, kasus yang paling sering ditemukan masih berkaitan dengan penggunaan game online yang berlebihan.
Meski demikian, pihak sekolah tetap mewaspadai potensi penyalahgunaan internet yang dapat mengarah pada perilaku negatif lainnya.
"Kami berharap kegiatan ini memberi pemahaman kepada orang tua dan anak-anak mengenai dampak negatif penggunaan teknologi yang tidak tepat. Dengan pengawasan bersama, anak-anak dapat lebih terlindungi dan fokus meraih cita-cita mereka," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Jumat (12/6/2026).
Ia menambahkan, perlindungan terhadap anak tidak bisa hanya dilakukan oleh sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara keluarga dan sekolah dalam menjaga generasi muda Nunukan agar tetap tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan era digital.
(*)
Penulis: Fatimah Majid