WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menggunakan rute alternatif menyusul adanya pengaturan lalu lintas di kawasan Semanggi hingga Bundaran HI terkait kegiatan aksi penyampaian pendapat, Jumat (12/6/2026).
Penutupan sementara Jalan Layang Semanggi arah Bundaran HI dilakukan mulai Jumat pukul 14.00 WIB.
Selain itu, mulai pukul 14.45 WIB arus lalu lintas dari arah Semanggi/Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI dialihkan melalui Jalan Gatot Subroto ke arah Kuningan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan perjalanan dan menghindari ruas jalan yang terdampak pengaturan lalu lintas.
Baca juga: Ada Demo Mahasiswa, 25 KA Jarak Jauh dari dan Menuju Stasiun Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara
"Kami mengimbau masyarakat yang melintas di kawasan Semanggi, Sudirman, hingga Bundaran HI untuk menyesuaikan rute perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif," kata Budi, Jumat.
Petugas Dinas Perhubungan bersama unsur terkait terus melakukan pengaturan di lapangan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar.
Rute alternatif yang dapat digunakan masyarakat menuju Bundaran HI antara lain melalui Bundaran Senayan atau melalui jalur Kuningan–HR Rasuna Said–Menteng menuju Bundaran HI.
Baca juga: Transjakarta Lakukan Penyesuaian Rute Imbas Aksi Unjuk Rasa di Jalan Sudirman Menuju Bundaran HI
Sementara itu, sejumlah layanan Transjakarta juga mengalami penyesuaian operasional.
Layanan yang dihentikan sementara meliputi rute 6A Ragunan–Balai Kota via Kuningan, 1B Stasiun Palmerah–Tosari, 1N Tanah Abang–Blok M, 1P Senen–Blok M, dan bus wisata BW4 IRTI–Bundaran Senayan.
Sementara layanan yang mengalami pengalihan rute adalah koridor 1 Blok M–Kota dan rute 9D Pasar Minggu–Tanah Abang.
Adapun yang mengalami perpendekan rute adalah rute 6B Ragunan–Balai Kota via Semanggi, 1W Blok M–Ancol, 4C Pulogadung–Bundaran Senayan, 6D Stasiun Tebet–Bundaran Senayan via Underpass, serta T31 PIK 2–Blok M.
"Kami mengimbau pengguna transportasi umum untuk memantau informasi operasional layanan sebelum melakukan perjalanan," ujar Budi. (m27)