Demam Piala Dunia 2026 di Manado, Wawali Ingatkan ASN: Harus Dahulukan Tugas
Rizali Posumah June 12, 2026 07:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Euforia menyambut gelaran Piala Dunia 2026 benar-benar telah menyihir Kota Manado.

Atmosfer sepak bola terasa begitu kental di setiap sudut kota, memicu demam bola yang luar biasa di kalangan warga.

Pusat perbelanjaan seperti Pasar 45 mendadak kebanjiran pembeli; jersey timnas negara peserta laris manis bak kacang goreng.

Pemandangan di rumah-rumah kopi pun berubah drastis, kini suasananya menyerupai news room karena hampir seluruh pengunjung sibuk memperdebatkan prediksi pertandingan.

Kemeriahan paling mencolok terlihat dari rupa-rupa ekspresi warga yang mengibarkan bendera negara jagoan mereka.

Mulai dari yang fanatik, seru, lucu, hingga yang tetap menunjukkan jiwa patriotik.

Di tepi pantai Sindulang, misalnya, dua bendera Belanda dikibarkan mengapit bendera Merah Putih di tengahnya.

Konfigurasi unik ini seolah menegaskan bahwa meski menjagokan tim asing, Indonesia tetap nomor satu di hati.

Pemandangan serupa juga terlihat di Kelurahan Bengkol, di mana bendera Brasil dipasang rapi di bawah bendera Merah Putih.

Ekspresi nyeleneh justru tampak di wilayah Singkil.

Di sana, bendera Inggris dipasang di atas bendera hitam yang sekilas mirip dengan bendera kelompok bajak laut dalam anime One Piece. 

Sementara itu, titik termeriah berada di Kuala Jengki yang kini dipenuhi warna-warni bendera Argentina, Belanda, Jerman, Portugal, Spanyol, Inggris, hingga Belgia.

Di wilayah Kampung Argentina, dominasi bendera Tim Tanggo tampak bersaing dengan kibaran bendera Jepang.

Tingginya antusiasme ini diakui oleh Ambu, seorang warga yang kedapatan memborong bendera di sentra penjualan New Bendar Pasar 45.

Ia membeli dua bendera Brasil untuk dipasang di rumah dan kendaraan pribadinya.

"Satunya ia pasang di sepeda motor," katanya.

Ambu mengaku awalnya ia tidak berniat seheboh ini. Namun, atmosfer kota membuatnya terhanyut.

"Awalnya saya hanya nonton saja, tapi banyak yang pasang bendera, yah saya ikut saja, eh seru," kata dia.

Di balik kegembiraan yang meluap-luap ini, muncul kekhawatiran terkait produktivitas kerja, terutama bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pasalnya, jam siaran langsung pertandingan Piala Dunia 2026 kali ini dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 pagi.

Sajm segitu adalah waktu di mana pelayanan publik sedang berada di puncaknya.

Ada kekhawatiran para ASN yang gila bola akan kehilangan fokus karena asyik nonton bareng (nobar), sehingga mengabaikan kewajiban mereka.

Menanggapi potensi masalah ini, Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, langsung mengambil langkah antisipasi.

Ia mengimbau dengan tegas agar seluruh ASN tetap mengutamakan kewajiban mereka sebagai pelayan masyarakat.

"Harus dahulukan tugas," katanya.

Menurut Richard, hobi menonoton sepak bola sama sekali tidak boleh mengorbankan tanggung jawab pekerjaan, apalagi yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat banyak.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.