2 Pemuda Maling 20 Ban Truk Dijual Rp100 Juta, Hasilnya Buat Pesan Cewek Panggilan
Noval Andriansyah June 12, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Kendari - Syahwat duniawi dan gaya hidup hedonis menyeret dua pemuda berinisial RA (23) dan AN (22) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), ke balik jeruji besi.

Baca juga: Cerita Niko Lolos dari Maut, meski Ditembak 4 Kali oleh Maling Motor di Lampung

Keduanya nekat membobol gudang PT Cemerlang Mandiri Abadi (CMA) demi bisa mendanai aksi foya-foya mereka, termasuk menyewa jasa cewek panggilan secara daring (open BO).

Dari gudang yang terletak di Jalan Bunga Seroja, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat tersebut, kedua pelaku sukses menggasak 20 ban truk dam (dump truck). Akibat pencurian ini, pihak perusahaan menderita kerugian fantastis mencapai Rp100.000.000.

Aksi pembobolan ini terjadi pada Sabtu (6/6/2026) sekira pukul 17.30 Wita. Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif pihak kepolisian, uang puluhan juta rupiah dari hasil penjualan barang curian tersebut langsung dikuras habis oleh pelaku untuk memuaskan hasrat bersenang-senang, mulai dari memesan wanita penghibur, bermain judi online, hingga membeli narkoba jenis sabu.

Dikutip dari TribunnewsSultra.com, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengungkapkan bahwa kedua pelaku menjual 20 ban truk tersebut dengan harga miring melalui media sosial Facebook kepada seorang penadah di daerah Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu.

Dari transaksi cepat itu, mereka mengantongi uang tunai sebesar Rp42.000.000.

Namun, pembagian hasil kejahatan tersebut tidak berjalan seimbang. Pelaku AN hanya mendapatkan jatah sekadarnya, yakni Rp1,2 juta dan satu unit telepon genggam.

Sementara itu, sisa uang puluhan juta rupiah dikuasai penuh oleh RA selaku otak utama kejahatan. Uang melimpah tersebut langsung ia gunakan untuk berfoya-foya, menyewa jasa prostitusi daring, menyervis cewek panggilan, serta membeli paket narkotika jenis sabu.

Aksi Licik Ketahuan Tetangga

Aksi kriminal ini pertama kali terbongkar saat penanggung jawab perusahaan berinisial TH (33) curiga karena monitor CCTV di gudang mendadak mati total.

Saat dilakukan pengecekan ke lokasi, colokan kabel utama CCTV ternyata telah dicabut secara sengaja oleh pelaku, dan posisi kendaraan forklift di dalam gudang sudah bergeser.

Petugas tidak kehilangan akal. Mereka langsung memeriksa rekaman kamera pengawas milik toko tetangga yang berada di samping gudang.

Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas satu unit mobil pick-up berwarna hitam masuk ke dalam area gudang dan mengangkut puluhan ban berukuran besar.

Setelah mengantongi identitas para pelaku, tim gabungan dari URC Buser77 Satreskrim Polresta Kendari bersama UnitKam dan IntelMob Polda Sultra langsung bergerak melakukan penyergapan pada Selasa (9/6/2026) dini hari.

Petugas awalnya berhasil menciduk AN di kediamannya, kawasan BTN PNS, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Mengetahui rekannya tertangkap, RA langsung mencoba melarikan diri keluar dari daratan Kota Kendari menuju Kabupaten Muna menggunakan jalur laut untuk bersembunyi.

Namun pelariannya kandas, Tim Buser77 yang bergerak cepat langsung berkoordinasi dengan personel Polsek KP3 Polres Muna.

RA akhirnya berhasil dicegat dan diringkus petugas saat kapal bersandar di Pelabuhan Nusantara Raha, sebelum akhirnya digelandang kembali ke Mapolresta Kendari pada Rabu (10/6/2026) kemarin guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.