Harga Pertamax Naik, Pengendara di Gorontalo Siasati Isi BBM Setengah Tangki
Fadri Kidjab June 12, 2026 08:59 PM

 

apakah judul ini menarik dan tidak missleading? Siasat Pengendara Motor di Gorontalo saat Harga Pertamax Naik

TRIBUNGORONTALO.COM – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax yang kini menembus Rp16.660 per liter mulai menyulitkan para pengendara di Gorontalo.

Demi menyiasati pembengkakan biaya operasional, sejumlah pengendara kini terpaksa membatasi pengisian BBM dengan hanya mengisi setengah tangki kendaraan mereka.

Kenaikan harga yang resmi berlaku sejak Rabu (10/6/2026) ini langsung berdampak pada volume pengisian harian masyarakat untuk menekan pengeluaran.

Pantauan Tribun Gorontalo di SPBU Raja Eyato, Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Jumat (12/6/2026) sore, aktivitas pengisian BBM sebenarnya berlangsung normal. Kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat tetap berdatangan. Namun, jumlah kendaraan yang mengantre di jalur Pertamax tampak lebih sedikit dibandingkan kendaraan yang mengisi Pertalite.

Pengendara Ojek Online Putar Otak 

Suasana antrean BBM di SPBU Eyato Kota Gorontalo
HARGA BBM NAIK -- Suasana antrean BBM di SPBU Eyato Kota Gorontalo, Jumat (12/6/2026). (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Baca juga: Pemprov Gorontalo Tekankan Pentingnya Profesionalisme dan Integritas Pers di Temu Jurnalis 2026

Dampak dari lonjakan harga ini sangat dirasakan oleh warga yang mobilitasnya tinggi di jalan raya. Salah satunya Hamid M Moputi, seorang pengemudi ojek online Grab di Kota Gorontalo. Hamid mengaku kenaikan harga Pertamax ini cukup memberatkan karena biaya operasional hariannya otomatis ikut membengkak.

"Berpengaruh sekali. Karena saya kerja di jalan setiap hari, jadi otomatis biaya operasional ikut naik. Dulu isi Rp20 ribu sudah cukup, sekarang harus tambah lagi supaya bisa dapat BBM yang sama," kata Hamid.

Menurutnya, kenaikan harga BBM memaksanya untuk memutar otak dalam mengatur pengeluaran sehari-hari. Dirinya berusaha mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting agar pendapatan yang diperoleh dari menarik penumpang tetap bisa mencukupi kebutuhan keluarga.

"Sekarang pengeluaran harus lebih dikontrol. Kalau tidak diatur, pendapatan yang didapat bisa habis untuk biaya bensin. Jadi harus lebih hemat untuk kebutuhan lain," ujarnya.

Meski harus menyiasati volume pengisian, Hamid belum berencana beralih menggunakan Pertalite karena mempertimbangkan kondisi mesin sepeda motor yang digunakannya setiap hari untuk bekerja. Menurutnya, penggunaan Pertamax masih lebih sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang dimilikinya.

Sebagai pengemudi ojek online, Hamid bisa mengisi BBM lebih dari satu kali dalam sehari tergantung banyaknya pesanan yang diterima. Oleh karena itu, setiap kenaikan harga BBM akan langsung berpengaruh terhadap kantongnya.

Dampak Bagi Pengendara Motor

Berbeda dengan Hamid, pengguna kendaraan lainnya, Emelta Adikum Biluhu, mengaku tidak terlalu merasakan dampak kenaikan harga Pertamax.

Menurut Emelta, aktivitas sehari-harinya tidak terlalu banyak menggunakan kendaraan bermotor sehingga konsumsi BBM juga relatif sedikit.

Dirinya mengatakan biasanya hanya menggunakan kendaraan untuk membeli kebutuhan rumah tangga atau keperluan penting lainnya.

"Saya tidak terlalu merasakan karena memang jarang keluar rumah. Biasanya hanya untuk belanja kebutuhan rumah tangga atau keperluan tertentu saja, jadi pemakaian BBM tidak banyak," kata Emelta.

Bahkan, Emelta mengaku baru mengetahui harga Pertamax mengalami kenaikan setelah diberi informasi saat berada di SPBU. Selama ini dirinya tidak terlalu memperhatikan perubahan harga karena lebih sering mengisi tangki hingga penuh setiap kali membeli BBM.

"Saya juga baru tahu kalau Pertamax naik. Biasanya kalau isi BBM langsung isi penuh saja, jadi tidak terlalu memperhatikan perubahan harga," tambahnya.

Meski memiliki tanggapan berbeda, baik Hamid maupun Emelta menunjukkan bagaimana kenaikan harga BBM memberikan dampak yang tidak sama bagi setiap pengguna kendaraan.

Bagi mereka yang menggantungkan pekerjaan di jalan, kenaikan harga Pertamax menjadi tambahan beban yang harus diperhitungkan setiap hari. Sementara bagi pengguna dengan mobilitas yang lebih rendah, dampaknya belum terlalu terasa terhadap pengeluaran rumah tangga.

Di sisi lain, pihak pengelola memastikan bahwa pasokan BBM ke masyarakat tidak terganggu. Pengawas SPBU Raja Eyato, Arifin Mustapa, mengatakan stok BBM di SPBU tersebut masih dalam kondisi aman. Menurutnya, penyaluran Pertalite setiap hari berkisar antara 32 hingga 40 kiloliter.

"Stok aman. Untuk Pertalite penyaluran per hari sekitar 32 sampai 40 kiloliter dan sampai sekarang pasokan masih lancar," ujarnya saat diwawancarai Tribun Gorontalo.

Arifin menyebut, harga Pertamax saat ini berada di angka Rp16.660 per liter. Sementara Pertamax Turbo dijual Rp21.200 per liter dan Dexlite Rp23.500 per liter. Adapun Pertalite masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter.

Hingga Jumat sore, di bawah cuaca usai hujan, aktivitas pelayanan di SPBU Raja Eyato tetap berjalan normal dan pasokan BBM dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Gorontalo. (*/Jefri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.