TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tim SAR Gabungan menghentikan operasi pencarian terhadap Tuang alias Igo (37) setelah hari ketujuh di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Tuang merupakan seorang nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara.
Hingga Jumat (12/6/2026) sore, Tim SAR Gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban TU.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, mengatakan keputusan penghentian operasi tersebut diambil setelah tim melakukan pencarian intensif selama sepekan di sekitar lokasi kejadian.
"Mengingat operasi SAR telah memasuki hari ketujuh dan tidak ada tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing," ujar Amiruddin melalui keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Nelayan Hilang Tanpa Jejak di Perairan Bombana, Sempat Izin Buang Air Besar di Laut ke Nahkoda Kapal
Meski operasi resmi dihentikan, ia menegaskan bahwa status tersebut bersifat dinamis.
Operasi pencarian dapat dibuka kembali sewaktu-waktu apabila kemudian hari ditemukan bukti atau petunjuk baru mengenai keberadaan korban.
Peristiwa nahas ini bermula pada Jumat (5/6/2026).
Korban, yang merupakan warga Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), berangkat melaut bersama 10 orang kru kapal lainnya sekitar pukul 15.00 Wita.
Berdasarkan keterangan juragan kapal, H Daeng Gassing, kapal mulai menebar jaring pada pukul 17.45 Wita.
Baca juga: Hasil Pencarian Nelayan Hilang usai Kapal Ditabrak Tongkang di Muna Nihil, Tim SAR Lanjutkan Besok
Sekitar satu jam berselang, yakni pukul 18.45 Wita, korban meminta izin kepada rekan-rekannya untuk buang air besar di laut menggunakan alat bantu apung berupa sepotong gabus.
Saat itu, 10 orang kru lainnya tetap fokus menarik jaring.
Namun, saat proses penarikan jaring selesai pada pukul 19.30 Wita, juragan kapal menyadari korban tidak berada di atas kapal.
Upaya pencarian awal sempat dilakukan oleh kru kapal, tapi hingga laporan diteruskan ke Tim SAR, keberadaan korban tetap nihil. (*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)