1.960 Keluarga di Karanggintung Cilacap Dapat Bantuan Cadangan Pangan, Setiap KK Terima 20 Kg Beras
rika irawati June 12, 2026 09:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Sebanyak 1.960 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menerima paket sembako lewat Program Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (BCPP) Tahap 10.

Bantuan yang merupakan alokasi bulan Februari hingga Maret 2026 itu disalurkan di Balai Desa Karanggintung, Kamis (11/6/2026).

Setiap keluarga penerima manfaat mendapat paket berisi 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.

"Program ini menjadi bentuk perhatian pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang membutuhkan," kata Sekretaris Desa Karanggintung Aris Yulianto dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Baca juga: Cilacap Mengalami Fenomena Bediding, BMKG Imbau Warga Bersiap Hadapi Musim Kemarau

Penyaluran bantuan pangan di Desa Karanggintung dilakukan secara bertahap dengan mekanisme penerima membawa surat undangan berbarcode, kartu keluarga, dan KTP.

"Setiap penerima wajib menunjukkan dokumen yang telah ditentukan agar proses distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran," ujar Aris.

Tingginya jumlah penerima membuat proses distribusi bantuan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari sejak dimulai pukul 08.00 WIB.

Aris pun memastikan, hingga Jumat, penyaluran paket beras dan minyak goreng itu berjalan lancar serta mendapat respons positif dari masyarakat.

"Kami mengatur alur pelayanan sebaik mungkin agar masyarakat tetap nyaman saat mengambil bantuan," ungkapnya.

Kualitas Beras Dipastikan Layak Konsumsi

Pemerintah Desa Karanggintung juga melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas bahan pangan sebelum disalurkan kepada warga.

Mereka memastikan, seluruh bantuan layak konsumsi dan memenuhi standar yang ditetapkan.

"Setiap kiriman beras yang datang selalu kami periksa terlebih dahulu untuk memastikan kualitasnya tetap baik," jelas Aris.

Menurutnya, hingga proses distribusi berlangsung, tidak ditemukan beras yang mengalami kerusakan maupun tidak layak konsumsi sehingga seluruh bantuan dapat langsung disalurkan kepada para penerima manfaat.

"Apabila ditemukan kualitas yang tidak sesuai, tentu akan kami kembalikan kepada pihak penyedia, namun sejauh ini kondisinya sangat baik," katanya.

Dalam menentukan penerima bantuan pangan, pemerintah desa mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kemudian diverifikasi kembali di tingkat desa guna memastikan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar berhak.

"Validasi data terus kami lakukan agar bantuan tidak salah sasaran dan dapat dimanfaatkan keluarga yang membutuhkan," tutur Aris.

Verifikasi tersebut juga mencakup pembaruan data penerima yang telah meninggal dunia atau pindah domisili sehingga kuota bantuan dapat dialihkan kepada warga lain yang dinilai lebih membutuhkan.

"Apabila ada perubahan kondisi penerima, maka bantuan akan disesuaikan berdasarkan hasil pendataan terbaru di lapangan," terangnya.

Baca juga: Berjarak 2 Jam dari Pusat Kota, Sekolah Rakyat Cilacap hanya untuk Keluarga Miskin

Pihaknya berharap, pemerintah pusat terus memperbarui basis data penerima bantuan secara berkala sehingga program bantuan pangan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran di masa mendatang.

"Sinkronisasi data yang berkelanjutan sangat penting agar bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan," ujar Aris.

Selain pembaruan data, kualitas bahan pangan yang disalurkan juga diharapkan tetap terjaga dari sisi mutu, kebersihan, dan keamanan konsumsi sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat penerima.

"Kualitas bantuan harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat," katanya.

Aris menambahkan, koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam keberhasilan program bantuan pangan mulai dari pendataan hingga distribusi kepada masyarakat.

"Sinergi antarlembaga perlu terus diperkuat agar pelaksanaan program semakin baik dari tahun ke tahun," ujarnya.

Dia berharap, program bantuan pangan pemerintah dapat terus berlanjut sebagai salah satu instrumen dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu secara berkelanjutan.

"Kami berharap, program ini terus hadir dan semakin berkualitas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," kata Aris. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.