Grid.ID - Rombongan mahasiswa yang tergabung dalam aksi yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dilaporkan tertahan di kawasan sebelum Halte Tosari, Jakarta Pusat, saat berupaya menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Hingga aksi berlangsung, sejumlah aparat gabungan tampak berjaga dan melakukan pengamanan di beberapa titik untuk mencegah massa mencapai lokasi yang menjadi titik konsentrasi demonstrasi tersebut.
Sejak siang hari, massa mahasiswa diketahui melakukan long march dari kawasan Senayan menuju Bundaran HI. Aksi berjalan dengan tertib di sepanjang rute yang dilalui.
Para peserta tampak membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi pesan-pesan kritik serta tuntutan yang ingin mereka sampaikan kepada pemerintah dan para pemangku kebijakan.
Namun, perjalanan massa tidak sepenuhnya berjalan lancar. Ketika mendekati kawasan pusat kota, rombongan mahasiswa dilaporkan menghadapi penyekatan yang dilakukan aparat keamanan. Akibatnya, sebagian besar peserta aksi belum dapat mencapai Bundaran HI sesuai rencana.
Di sisi lain, sejumlah mahasiswa telah lebih dahulu tiba di kawasan Bundaran HI. Salah satunya adalah Diallo, mahasiswa UI, yang mengaku datang secara terpisah dari rombongan utama. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar rekan-rekannya masih tertahan akibat blokade yang dilakukan aparat di sekitar kawasan DPR.

“Ya, kami berdua dari mahasiswa biasa sebenarnya. Tapi kami datang secara terpisah dan info terbaru hingga saat ini seluruh teman-teman kami masih ditahan, masih diblokade, masih dicegat oleh pihak kepolisian di daerah sekitar DPR. Jadi kami belum bisa memulai demo aksi di Bundaran HI, karena memang kami akan tetap melakukan di sini. Kami tidak akan berpindah ya. Tapi sayang sekali hingga saat ini polisi masih melakukan blokade terhadap kami,” kata Diallo saat berada di Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026).
Adapun 5 tuntutan yang disuarakan dalam aksi hari ini adalah sebagai berikut:
- Setop Pemborosan APBN
- Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM
- Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
- Hentikan Militerisme di Ranah Sipil
- Prabowo Berhenti Mengelak dan Mengakui Kesalahannya.