Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Harga Pipa, PDAM Buleleng Tahan Biaya Sambungan Baru
Putu Kartika Viktriani June 12, 2026 10:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada operasional dan pengembangan jaringan Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng.

Kenaikan harga bahan baku plastik menyebabkan harga material pipa yang digunakan dalam proyek dan perluasan jaringan air bersih ikut meningkat.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Hita (PDAM) Buleleng, I Made Lestariana, mengatakan material pipa menjadi salah satu komponen yang paling terdampak akibat fluktuasi nilai tukar.

Menurutnya, pipa jenis PVC maupun HDPE yang digunakan PDAM berbahan dasar plastik sehingga harganya ikut terdorong naik.

"Dalam operasional maupun pengembangan jaringan, termasuk proyek seperti pengembangan SPAM Burana, kami sangat bergantung pada material pipa. Pipa yang kami gunakan berbahan dasar plastik, sehingga ketika terjadi pelemahan rupiah tentu berdampak pada kenaikan harga material," ujarnya, Jumat 12 Juni 2026. 

Lestariana menyebut kenaikan harga material pipa diperkirakan mencapai sekitar 30 persen.

 

Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari sejumlah BUMD air minum di Indonesia, kenaikan harga material berbahan plastik di beberapa daerah mencapai hingga 60 persen.

 

Meski demikian, kondisi ini belum memengaruhi biaya sambungan baru bagi pelanggan.

Manajemen PDAM Buleleng memilih mempertahankan tarif sambungan baru yang berlaku saat ini meskipun margin keuntungan perusahaan ikut tergerus akibat kenaikan harga material.

Menurut Lestariana, pihaknya sempat mengkaji kemungkinan penyesuaian biaya sambungan baru untuk menyesuaikan lonjakan harga pipa.

Namun, mempertimbangkan kondisi masyarakat, PDAM memutuskan tidak melakukan kenaikan tarif.

"Kami memilih bertahan dengan harga yang ada sekarang. Memang margin keuntungan menjadi berkurang, tetapi selama pelayanan kepada masyarakat tetap bisa dijaga dan ditingkatkan, itu yang menjadi prioritas kami," katanya.

Untuk mengantisipasi kenaikan biaya material, PDAM Buleleng menerapkan langkah efisiensi pada sejumlah pos operasional yang dinilai masih dapat dihemat.

Langkah tersebut dilakukan agar peningkatan biaya pengadaan material dapat diimbangi dengan penghematan di sektor lain sehingga beban operasional perusahaan tetap terkendali.

Sementara itu, terkait kemungkinan penyesuaian tarif air minum, Lestariana memastikan tidak akan ada perubahan tarif pada tahun berjalan.

Ia menjelaskan, penetapan tarif air dilakukan melalui mekanisme kajian yang disusun setiap tahun dan tidak dapat dilakukan di tengah tahun anggaran.

"Tarif yang berlaku di awal tahun akan berjalan sampai akhir tahun. Untuk tarif tahun berikutnya, kajiannya biasanya mulai disusun pada bulan Juli. Dari kajian itulah nantinya akan dilihat apakah diperlukan penyesuaian atau tidak," jelasnya.

Menurut dia, kajian tersebut diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pelayanan perusahaan tetap terjaga tanpa mengabaikan kemampuan masyarakat dalam membayar tarif air minum. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.