Jangan Lengah! Ini Ciri-ciri Serangan Jantung Saat Tidur yang Harus Diwaspadai
GH News June 12, 2026 10:09 PM
Jakarta -

Serangan jantung tak selalu terjadi ketika seseorang sedang beraktivitas berat atau mengalami stres. Dalam beberapa kasus, kondisi darurat ini justru terjadi ketika seseorang sedang beristirahat atau tertidur.

Sebab terjadi di malam hari, gejalanya seringkali tidak disadari atau dianggap sebagai gangguan tidur biasa. Hal ini bisa membuat penanganan medis menjadi terlambat. Jadi, penting untuk mengetahui tanda-tanda serangan jantung saat tidur.

Alasan Serangan Jantung saat Tidur Terjadi

Ada beberapa alasan terjadinya serangan jantung saat tidur. Berikut di antaranya:

1. Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Obstructive Sleep Apnea merupakan gangguan pernapasan terkait tidur. Pengidapnya berulang kali mengalami henti napas.

Kondisi ini disebabkan oleh penyumbatan atau penyempitan di saluran napas yang mencegah udara melalui tenggorokan ketika tidur. Hambatan pada pernapasan pada saat tidur membuat pasokan oksigen ke jantung berkurang, sehingga kerusakan otot jantung terjadi.

"Otot jantung itu ada dua jenis. Yang pertama sel yang bersifat listrik, dan sel yang bersifat pompa. Kalau yang rusak sel listrik, maka yang terjadi adalah listriknya konslet, dan itu meninggalnya lebih cepat," jelas Konsultan perawatan intensif dan kegawatan kardiovaskular, Dian Zamroni, SpJP.

2. Terabaikan karena Tidur Terlalu Pulas

Gejala serangan jantung, seperti nyeri dada mungkin terabaikan saat tidur, sebab terlalu pulas. Hal ini berakibat fatal sebab terlambat mendapat tindakan.

Apa Itu Serangan Jantung?

Dikutip dari Mayo Clinic, serangan jantung terjadi saat arteri yang mengirimkan darah dan oksigen ke jantung tersumbat. Endapan lemak yang mengandung kolesterol seiring waktu menumpuk dan membentuk plak di arteri jantung.

Saat plak pecah, gumpalan darah bisa terbentuk, menyumbat arteri dan menyebabkan serangan jantung. Selama serangan jantung, kurangnya aliran darah menyebabkan jaringan otot mati.

Gejala Serangan Jantung saat Tidur

Dikutip dari laman Verywell Health dan Cleveland Clinic, berikut bebeapa gejala serangan jantung saat tidur:

-Nyeri dada: Nyeri yang berhubungan dengan serangan jantung terasa seperti tekanan, nyeri, terjepit, atau pegal-Rasa sakit menjalar: Terjadi ketidaknyamanan yang menyebar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang gigi, atau perut bagian atas-Sesak napas: Orang yang akan mengalami serangan jantung mungkin merasa sesak napas yang tidak biasa. Hal ini bisa terjadi saat istirahat atau saat tidak banyak bergerak.-Gejala lain: Berkeringat dan mual

Bagaimana Cara Mendiagnosis Serangan Jantung?

Saat merasakan gejala serangan jantung, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis. Sebab gejalanya tidak spesifik, ada kemungkinan ternyata yang dialami bukanlah serangan jantung.

Serangkaian tes, termasuk elektrokardiogram (EKG) dan tes darah dilakukan untuk mengetahui apakah pasien mengalami serangan jantung. Jika tes-tes ini menunjukkan bahwa pasien benar-benar mengalaminya, mungkin akan dilakukan tes lanjutan seperti:

  • Ekokardiogram, pemeriksaan dengan gelombang ultrasonik untuk mengetahui apakah jantung telah rusak
  • Angiogram koroner, prosedur yang menggunakan sinar x untuk mengetahui secara pasti di mana aliran darah ke jantung terhambat.

Tips Agar Mendapatkan Tidur yang Berkualitas dan Menyehatkan Jantung

Perhatikan posisi tidur. Dikutip dari laman Healthline, pada studi tahun 2018, para peneliti menemukan bahwa tidur miring ke kiri dikaitkan dengan perubahan pada pembacaan elektrokardiogram (EKG) pada peserta yang sehat. Dengan jenis teknik pencitraan yang disebut vektokardiografi, tidur miring ke kiri menyebabkan jantung bergeser.

Sebaliknya, saat tidur ke kanan, hampir tidak ditemukan perubahan aktivitas EKG. Para peneliti menemukan, dalam posisi ini, jantung tertahan di tempatnya oleh lapisan tipis jaringan di antara paru-paru yang disebut mediastinum.

Meski masih menjadi kontroversi tentang posisi tidur yang paling baik untuk jantung, hingga saat ini belum ada bukti bahwa tidur miring ke kanan bisa meningkatkan risiko terkena gagal jantung.

Jika tidak mengidap apnea tidur atau masalah pernapasan, tidur telentang juga bisa menjadi pilihan. Tidur tengkurap memang bisa mengurangi dengkuran, tapi bisa menyebabkan nyeri leher atau punggung.

Selain itu, dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) beberapa tips lainnya yaitu:

  • Tetapkan jadwal tidur yang teratur, tidurlah pada waktu yang sama setiap malam dan bangun pada waktu yang sama setiap pagi
  • Dapatkan cahaya matahari di pagi hari
  • Lakukan aktivitas fisik yang cukup, usahakan tidak berolahraga beberapa jam sebelum tidur
  • Hindari cahaya ponsel atau komputer sebelum tidur
  • Jangan makan dan minum beberapa jam sebelum tidur
  • Jaga kualitas kamar tidur tetap sejuk, gelap dan terang.

Faktor Risiko Serangan Jantung

Beberapa faktor risiko serangan jantung di antaranya:

  • Usia: Risiko serangan jantung meningkat seiring bertambahnya usia, dimulai sekitar usia 45 tahun.
  • Tekanan darah tinggi: Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat merusak arteri yang mengarah ke jantung.
  • Kolesterol tinggi: Kadar kolesterol LDL yang tinggi, yang dikenal sebagai kolesterol "jahat", dapat menyebabkan penyempitan arteri.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.