Aksi tanggap darurat ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam aspek kemanusiaan, sekaligus pengejawantahan dari nilai-nilai luhur Pancasila

Manado (ANTARA) - PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi 8 Juni 2026 di wilayah Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Bantuan logistik terdiri dari 192 paket sembako, 384 butir telur, dan 160 paket makanan ringan disalurkan langsung kepada masyarakat di Desa Matutuang, Desa Kawio, dan Desa Marore yang terdampak langsung gempa itu," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, di Manado, Jumat.

Dia mengatakan, ketiga wilayah ini merupakan gugusan pulau terluar yang terdampak paling signifikan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Filipina Selatan dan wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat PLN terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Selain berfokus pada lini utama yaitu percepatan penormalan sistem kelistrikan di wilayah terdampak, PLN juga mengambil peran aktif dalam memberikan dukungan sosial guna membantu memenuhi kebutuhan dasar logistik masyarakat.

Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi dan semangat kepedulian insan PLN yang bergerak bersama untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi masa-masa sulit ini sendirian.

Ia menegaskan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam aspek kemanusiaan, sekaligus pengejawantahan dari nilai-nilai luhur Pancasila.

"Kami di PLN tidak hanya berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah kepulauan terluar seperti Sangihe yang aksesnya menantang pascabencana," katanya.

Usman juga menambahkan bahwa paralel dengan pembagian bantuan, tim teknis PLN di lapangan terus bersiaga 24 jam untuk memulihkan seluruh infrastruktur kelistrikan yang sempat terganggu agar aktivitas perekonomian dan pelayanan publik di Kepulauan Sangihe dapat segera kembali normal.

Dalam pelaksanaan distribusi bantuan, PLN UP3 Tahuna berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sinergi lintas instansi ini krusial dilakukan guna memitigasi hambatan geografis dan memastikan proses distribusi bantuan berjalan lancar, aman, serta tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, mengatakan bahwa momentum Hari Lahir Pancasila yang jatuh di bulan ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran unit di bawahnya untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat.

"Melalui bantuan yang kami bawa langsung ke pulau-pulau terluar ini, kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi serta mempercepat proses pemulihan psikologis dan fisik kehidupan mereka," jelas Dimas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi menyampaikan rasa terima kasihnya atas respons cepat PLN yang langsung menyentuh masyarakat di daerah pelosok kepulauan.

"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PLN atas kepedulian dan kontribusi nyatanya dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi. Bantuan logistik ini sangat berarti bagi warga yang sedang menjalani masa pemulihan di tenda-tenda darurat," ungkap Wandu.