Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengecam keras kasus perundungan yang menimpa seorang anak berinisial MWP (6) di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, dan mendesak aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas.

"Ini bukan lagi candaan, bukan kenakalan biasa, dan tidak bisa dianggap sebagai tindakan iseng. Ini adalah kekerasan terhadap anak yang sudah melampaui batas kemanusiaan," kata Kenneth di Jakarta, Jumat.

Kenneth menilai, peristiwa tersebut bukan lagi sekadar kenakalan remaja, melainkan bentuk kekerasan serius terhadap anak yang bisa mengancam keselamatan jiwa korban.

"Saya mengutuk keras tindakan perundungan yang menyebabkan seorang anak tersetrum listrik di Taman Kramat Pulo," ujarnya.

Menurut Bang Kent, sapaan akrab Hardiyanto Kenneth, tindakan kedua pelaku menunjukkan hilangnya rasa empati dan kepedulian terhadap keselamatan sesama.

Apalagi lanjut dia, korban merupakan anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan penuh dari lingkungan sekitarnya.

"Korban bisa kehilangan nyawa akibat perbuatan tersebut. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku kekerasan seperti ini," ujar Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Kent pun mendesak aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas dan memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku.

Lebih lanjut, ia menilai kasus tersebut menjadi alarm keras bagi Pemerintah DKI Jakarta bahwa praktik perundungan di kalangan anak dan remaja telah memasuki fase yang mengkhawatirkan.

Selain proses hukum terhadap pelaku, Kent meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan pendampingan psikologis dan bantuan hukum kepada korban serta keluarganya.

"Korban tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga trauma yang bisa membekas sepanjang hidupnya. Pemerintah harus hadir memastikan proses pemulihan korban berjalan maksimal," katanya menambahkan.

Kent juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan di ruang-ruang publik, khususnya taman kota yang menjadi tempat aktivitas anak-anak.

Menurutnya, peristiwa di Taman Kramat Pulo harus menjadi momentum untuk menyatakan perang terhadap segala bentuk perundungan.

"Kita tidak boleh menunggu korban berikutnya. Anak-anak Jakarta berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan," ucapnya.