BOLASPORT.COM - Liga Universitas (UniLeague) 2026 menghadirkan sesuatu yang baru di tengah panasnya atmosfer pertandingan Regional Jakarta antara Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) vs Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Stadion UMJ, Tangerang Selatan, 7 Juni 2026.
Pasalnya, ada booth Mind Corner yang disiapkan secara khusus di sekitar stadion.
Mind Corner hadir bukan sekadar booth, tapi ruang aman bagi para suporter dan peserta untuk lebih sadar akan kesehatan mental.
Di sini, setiap emosi punya tempat.
Di booth tersebut, para suporter diajak jujur pada perasaannya hari itu lewat aktivasi Mood Check Board.
Apakah mereka datang dengan energi penuh, rasa bahagia, perasaan netral, atau bahkan kecemasan, semuanya valid, semuanya penting untuk diakui.
Tak hanya itu, ada juga aktivasi Peace Pledge Wall, yang mana mereka menuliskan komitmen sederhana.
Janji untuk lebih peduli, lebih suportif, dan menciptakan lingkungan yang lebih damai, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Karena di balik setiap pertandingan, ada manusia dengan perasaan yang perlu didengar.
Dan di UniLeague 2026, memang terus dikampanyekan pentingnya kesehatan mental lewat slogan Football4MentalHealth dan perdamaian dengan tagar Play For Peace.
Bukan hanya para peserta dan suporter, booth ini juga mencuri perhatian dari para tamu yang hadir dalam pertandingan UMJ vs UKI.
Di antaranya Gita Sabharwal selaku Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Heru Hartanto yang merupakan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Kamapradipta Isnomo yang menjabat Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pembangunan Manusia Kemenlu RI, hingga Ratu Tisha Destria yang dikenal sebagai praktisi sepak bola.
Mereka pun ikut mencoba aktivasi Peace Pledge Wall.
Para tamu tersebut menyambut positif adanya kegiatan kampanye Football4MentalHealth dan Play For Peace di UniLeague.
Heru Hartanto menuturkan kesannya menyaksikan secara real bagaimana peluang untuk menciptakan kesehatan mental melalui sepak bola di UniLeague.
“Sepak bola merupakan bahasa universal, di mana pertandingan menunjukkan sportivitas dan penghormatan kepada pemain yang lainnya."
"Di tribun kita juga melihat ada koneksi antara penonton suporter maupun seluruh pihak yang terlibat dan di sini semua mengembangkan satu misi bersama bahwa perdamaian ini membawa pesan universal untuk semua kalangan."
"Saya juga melihat secara real, opportunity mereka untuk mengembangkan kesehatan mental sebagai bagian dari permainan,” ucap Heru Hartanto.
Sementara itu, Ratu Tisha juga mengungkapkan platform UniLeague juga merupakan ajang riset ilmiah.
Bahkan, beberapa mahasiswa ada yang menggunakan UniLeague untuk bahan riset disertasi, baik di level Master maupun PhD (Doctor of Philosophy).
Untuk kemudian dipresentasikan di jurnal mereka saat National Conference of Football Science pada September 2026.
“Jadi ajang UniLeague ini tidak hanya ada di lapangan, tapi nanti kita take it to the next level research dan teknologi,” kata Tisha.
UniLeague juga mendapatkan dukungan dari Kemenpora RI.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menyambut positif adanya UniLeague yang bisa menjadi ruang tumbuh bagi pemuda.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mengadakan kompetisi sepak bola mahasiswa nasional, UniLeague 2026."
"Kompetisi ini menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Indonesia," kata Erick Thohir.