Rumah Warga Pujer Bondowoso Terbakar Diduga karena Lilin, Kerugian Capai Rp 50 Juta
Rendy Nicko Ramandha June 13, 2026 02:52 AM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik warga Desa Mangli, Kecamatan Pujer, Bondowoso, pada Jumat (12/6/2026) malam.

​Rumah milik pasangan Heri Erna dan Turyani  itu hangus terbakar di bagian ruang tamu, dapur, dan kamar. Sejumlah barang furnitur dan elektronik turut ludes dilalap api.

​Menurut Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, dugaan sementara kebakaran terjadi karena penghuni rumah menyalakan lilin yang diletakkan di atas sound system. Langkah itu dilakukan karena saat itu sedang terjadi pemadaman listrik, sementara menantu pemilik rumah harus segera berangkat kerja.

​Ketika rumah dalam kondisi kosong, lilin tersebut diduga meleleh dan apinya mengenai speaker (salon), hingga akhirnya merembet ke sofa.

Baca juga: Bupati Pasuruan Mas Rusdi Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan Data Jujur

​"Dilaporkannya tadi pukul 20.00 WIB. Tadi warga langsung gotong royong melakukan pemadaman," ujar Tedy.

Warga sekitar memanfaatkan air dari tiga sumur di dekat lokasi untuk memadamkan api secara swadaya. Hingga personel Damkar yang tiba di lokasi melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam.

​Tedy menerangkan, kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp50 juta. Barang-barang yang hangus terbakar di antaranya sound system, dua sofa, televisi, dua lemari, ponsel, hingga meteran listrik.

​Menurut Syaiful Bari, tetangga korban, kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap dari bagian depan rumah.

​Mengetahui hal itu, mereka langsung memanggil warga lainnya melalui pengeras suara (TOA)  untuk bergotong-royong memadamkan api.

​"Menghidupkan lilin karena di sini sedang padam listrik," katanya.

​Syaiful menerangkan bahwa pemilik rumah sebenarnya sedang bepergian ke Banyuwangi. Rumah tersebut hanya ada menantunya yang kebetulan saat kejadian juga sedang keluar untuk bekerja.

​"Jadi rumah ini memang sedang kosong tadi," jelasnya.

​Pasca-kejadian, tim BPBD Bondowoso, Damkar, TNI, Polri, serta Pemerintah Desa dan Kecamatan langsung menyerahkan bantuan darurat kepada korban.

Baca juga: Bulan Bung Karno, PDIP Jatim Tanam 1.000 Pohon di Lereng Gunung Semeru

​Kabid Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, menyebutkan ada sekitar 18 item bantuan yang diberikan. Di antaranya paket sembako, sandang pria dan wanita, kompor, lauk pauk, hingga kasur.

​Sementara untuk perbaikan rumah, Tugas menyatakan pihak BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (Perkim dan Ciptaru). Sebab, BPBD hanya bisa memfasilitasi bantuan material untuk kategori rusak ringan dan sedang.

​"Kalau rusak berat nanti kita koordinasikan dengan Perkim. Besok insyaallah Dinas Perkim dan Ciptaru akan meninjau ke sini," pungkasnya.

(Sinca Ari Pangistu/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.