Eder Militao memberikan pendapatnya mengenai kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Bek tengah asal Brasil itu, yang saat ini masih menjalani pemulihan dari cedera jangka panjang yang membuatnya absen dari Piala Dunia, menyampaikan rasa optimisnya untuk bisa bekerja di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut musim depan.
Kembalinya Mourinho ke Madrid
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dengan cepat menepati janji kampanyenya dengan membawa kembali pelatih berusia 63 tahun itu ke Santiago Bernabeu dengan kontrak hingga 2029, menyusul kepergian Alvaro Arbeloa. Ini menjadi momen luar biasa karena Mourinho kembali setelah 13 tahun meninggalkan Los Blancos, di mana ia sebelumnya melatih klub tersebut selama tiga musim.
Madrid dikabarkan membayar kompensasi sebesar €15 juta untuk membebaskan Mourinho dari kontraknya bersama Benfica. Pelatih tersebut akan mulai bertugas secara resmi bulan depan. Sementara itu, Militao masih harus menjalani proses rehabilitasi intensif selama lima bulan setelah menjalani operasi pada tendon proksimal di kaki kirinya yang robek pada bulan April.
Militao bicara soal cedera dan pergantian pelatih
Berbicara tentang kembalinya sosok pelatih legendaris tersebut, Militao mengatakan kepada SportyBet: "Dia adalah pelatih hebat. Saya sangat menantikan musim depan. Secara pribadi, hidup memiliki pasang surutnya. Yang terpenting adalah memiliki kondisi mental yang baik. Jika pikiranmu tenang dan kamu bahagia bersama keluarga, segalanya akan berjalan lebih lancar."
Bek asal Brasil itu juga menyinggung dampak psikologis dari cedera yang baru ia alami, dengan menambahkan: "Cedera itu terjadi ketika saya mencoba menyambut umpan silang. Saat saya berbalik untuk menembak, saya merasakan sesuatu yang aneh.
"Awalnya, saya pikir itu tidak serius. Saya berjalan ke ruang ganti, mereka melakukan beberapa tes, dan hasilnya belum jelas. Lalu datanglah diagnosisnya. Jelas, mengalami begitu banyak cedera berpengaruh pada kondisi psikologis, tetapi juga memberi pengalaman. Dulu saya pemain yang sangat eksplosif; sekarang saya lebih matang dan tidak terlalu bergantung pada kecepatan."
Tekanan meningkat bagi sang pelatih
Mourinho kembali ke ibu kota Spanyol dengan misi membangkitkan tim besar yang telah melewati dua musim tanpa trofi. Dalam masa pertamanya antara 2010 hingga 2013, pelatih asal Portugal itu berhasil memenangkan La Liga dan Copa del Rey. Namun, pendekatan taktisnya kini menjadi sorotan, mengingat ia belum pernah meraih gelar liga sejak menjuarai Premier League bersama Chelsea lebih dari satu dekade lalu.
Target kembali pada bulan Oktober
Mourinho akan memulai kamp pelatihan pramusim Madrid bulan depan dengan fokus membangun struktur pertahanan yang lebih solid. Militao menargetkan dapat kembali bermain pada bulan Oktober, yang berarti ia akan melewatkan beberapa bulan awal kompetisi domestik serta Liga Champions. Dalam masa absennya Militao, Mourinho harus menemukan solusi sementara di lini belakang, meski kabarnya klub Spanyol tersebut sedang mendekati kesepakatan untuk merekrut Ibrahima Konate setelah kontraknya dengan Liverpool berakhir.