TRIBUN-MEDAN.com - Inilah pengakuan ASN perempuan Pemkot Jambi usai viral konten gaji ke-13.
Baru-baru ini viral empat ASN di Kota Jambi yang membuat konten soal gaji ke-13.
Konten itu kemudian viral.
Dalam video yang beredar, empat ASN tersebut bergantian menyebutkan rencana penggunaan gaji ke-13 yang baru saja mereka terima.
Baca juga: SOSOK Andri Mulyono, Tersangka Kelima Kasus Korupsi MBG, Komisaris Vendor Pengadaan Motor Listrik
Mereka menjawab pertanyaan terkait pemanfaatan gaji ke-13 dengan menyebut berbagai kebutuhan dan barang bernilai tinggi.
"Gaji 13 cair untuk apa?" ujar seorang ASN dalam video tersebut.
Pertanyaan itu mendapat jawaban ASN lainnya.
Jawaban yang muncul pun beragam, mulai dari membeli emas Antam, mendaftar haji furoda, membayar uang muka mobil, hingga membeli iPhone 17 Pro Max.
Baca juga: Medan Lepas 55 Kafilah ke MTQ Sumut, Wali Kota Rico Waas Targetkan Juara Umum 10 Kali Berturut
Pada akhir video, para ASN itu melempar pertanyaan balik kepada penonton dengan kalimat, "Kalau kamu untuk apa?"
Konten tersebut kemudian menuai beragam respons dari warganet.
Pembuat konten akhirnya buka suara, Jumat (12/6/2026).
Video tersebut menuai beragam reaksi publik karena dianggap menampilkan gaya hidup berlebihan ASN saat menyinggung gaji ke-13.
N, salah seorang pembuat video, menegaskan konten tersebut murni dibuat sebagai hiburan.
Dia bilang mengikuti tren parodi gaji ke-13 yang tengah viral di media sosial, khususnya TikTok.
Dalam video tersebut, tampil empat ASN yang terdiri dari tiga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan satu Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Baca juga: MESIN Kapal Meledak di Aceh, 15 Orang Jadi Korban, Sebagian Besar Taruna Sedang Praktik Pelayaran
N menjelaskan, video itu direkam pada Senin (8/6/2026) di dalam mobil saat mereka hendak membeli makan siang melalui layanan drive thru.
Saat perekaman, kata N, gaji ke-13 ASN belum cair sama sekali.
“Video itu dibuat karena mengikuti tren parodi gaji ke-13 yang sedang viral,” ujar N saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Dia menyebut, video tersebut kemudian diunggah ke akun media sosial pribadinya pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Baca juga: Tribun Putih Abu-Abu Futsal Series 1 Gresik Dibuka, Pemain Terbaik Berpeluang Berlatih di Eropa
Sebagai kreator TikTok yang kerap mengusung konsep konten bercanda dan liburan, N mengaku tidak menyangka video tersebut akan memicu polemik luas.
Menurut N, judul asli video itu adalah “POV Flashing yang Dimimpikan ASN”.
Isi video, lanjutnya, hanya menggambarkan angan-angan atau khayalan ASN jika menerima gaji ke-13, dengan kesadaran penuh bahwa nominal yang diterima tidak akan mampu memenuhi semua keinginan yang ditampilkan dalam konten tersebut.
“Namanya juga angan-angan,” ujarnya.
Dia menambahkan, bahkan caption video tersebut secara jelas menyebutkan frasa “wishlist si gaji imut”, yang menurutnya menegaskan bahwa konten itu bersifat sarkas dan tidak dimaksudkan untuk ditanggapi secara serius.
Namun, setelah video tersebut banyak diunggah ulang oleh akun-akun media sosial lain, konteks awal yang ingin disampaikan mulai bergeser.
Baca juga: KASUS KORUPSI MBG - Sony Sonjaya Klaim Telah Setorkan 26 Nama, Ini Respon Jampidsus Kejagung
N menyayangkan adanya sejumlah akun yang memposting ulang video tersebut dengan narasi berbeda, bahkan menghilangkan judul asli video yang menjadi penanda bahwa konten tersebut merupakan parodi.
Kondisi itu, menurutnya, membuat video yang awalnya sekadar hiburan berubah menjadi bahan perdebatan publik dan memunculkan beragam tafsir.
Tak hanya itu, N juga menyebut beberapa akun media sosial menggabungkan video parodi gaji ke-13 tersebut dengan video liburan yang pernah ia unggah sebelumnya.
Penggabungan konten itu dinilai memunculkan persepsi keliru seolah-olah video tersebut menggambarkan kondisi riil keuangan ASN.
N menegaskan, tidak ada maksud sedikit pun dalam konten tersebut untuk menyinggung institusi tertentu maupun memamerkan gaya hidup berlebihan.
“Tidak ada maksud untuk menyinggung siapa pun,” tegasnya.
Meski demikian, N tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila konten yang dibuatnya menimbulkan ketidaknyamanan atau disalahartikan.
“Kami minta maaf jika konten kami kurang berkenan,” ujarnya.
Sementara itu, video tersebut juga mendapat tanggapan dari ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.
Hanny, salah seorang ASN Pemprov Jambi, mengaku telah melihat video viral tersebut dan menilai konten itu tidak layak dipersoalkan secara berlebihan.
Menurutnya, materi yang disampaikan dalam video tersebut jelas bernuansa sarkas dan candaan, karena gaji ke-13 yang diterima ASN tidak mungkin mampu memenuhi seluruh keinginan seperti yang digambarkan dalam video.
“Gaji ke-13 tidak sebesar itu. Mereka jelas-jelas hanya sarkas,” ujarnya.
Dia bahkan mengaku heran jika ada pihak yang menanggapi konten tersebut secara serius.
“Itu konten candaan saja,” pungkasnya.
(*/tribun-medan.com)