TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Siak akan menggelar pawai obor dan doa bersama di Lapangan Tugu, depan istana Siak.
Kegiatan pawai obor itu digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dan akan dibuka pada Senin (15/6/2026) malam.
Kegiatan pawai obor tersebut ditargetkan diikuti sekitar 1.000 peserta dari kalangan pelajar, santri, remaja masjid, organisasi kepemudaan Islam, hingga masyarakat umum.
Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Siak, Muhammad Tarmizi, mengatakan pawai obor merupakan bagian dari syiar Islam.
Selain itu juga sebagai upaya memperkuat semangat kebersamaan dan pelestarian budaya Melayu Islami yang menjadi identitas Kabupaten Siak.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah sebagai sarana syiar Islam dalam menyambut tahun baru Hijriah dengan semangat ukhuwah dan kebersamaan.
Kami juga ingin mengajak generasi muda menjadikan momentum tahun baru Islam sebagai semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik,” kata Tarmizi, Jumat (12/6/2026).
Menurut dia, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh DPD BKPRMI Kabupaten Siak dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Siak dan sejumlah instansi terkait.
Bentuk kolaborasi dilakukan melalui koordinasi dengan organisasi perangkat daerah, pelibatan sekolah-sekolah melalui Dinas Pendidikan, serta dukungan pengamanan dari aparat terkait.
Panitia menargetkan sekitar seribu peserta yang berasal dari pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA di Kecamatan Siak, Mempura, dan Bungaraya.
Selain itu, peserta juga berasal dari remaja masjid, majelis taklim, organisasi kepemudaan Islam, dan masyarakat umum.
“Hingga saat ini pendaftaran masih terus berlangsung dan antusiasme dari sekolah maupun masyarakat cukup tinggi.
Kami memperkirakan jumlah peserta masih akan terus bertambah menjelang hari pelaksanaan,” ujar Tarmizi.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan pelaksanaan Shalat Isya berjamaah di masjid dan mushalla terdekat.
Setelah itu peserta berkumpul di depan Istana Siak untuk mengikuti seremoni pelepasan pawai yang direncanakan dilakukan oleh Bupati Siak.
Rute pawai dimulai dari depan Istana Siak menuju Jalan Sutomo.
Selanjutnya peserta berbelok ke kanan di persimpangan lampu merah, melewati kawasan Pasar Seni Siak, dan berakhir di Lapangan Bermadah.
Setelah seluruh peserta tiba di lokasi akhir, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama, zikir dan doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Panitia juga akan mengumumkan pemenang lomba pawai obor yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Menurut Tarmizi, penilaian lomba meliputi sejumlah aspek, antara lain kekompakan barisan, kreativitas dan keindahan tampilan, semangat syiar Islam, ketertiban peserta, tingkat partisipasi, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Kami ingin peserta tidak hanya menampilkan barisan yang rapi, tetapi juga membawa pesan-pesan keislaman yang positif serta menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.
Panitia juga menyiapkan upaya pengamanan karena kegiatan menggunakan obor dan melibatkan ribuan peserta.
Koordinasi dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Siak, kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta tenaga kesehatan.
Selain itu, setiap kelompok peserta diwajibkan didampingi guru, pembina, atau pendamping untuk mengawasi penggunaan obor selama pawai berlangsung.
Panitia juga mengatur jarak antarkelompok peserta guna mengurangi risiko kecelakaan.
Posko kesehatan dan petugas medis akan disiagakan di sejumlah titik. Panitia juga menyiapkan peralatan pemadam sederhana sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat.
“Keselamatan peserta menjadi prioritas utama. Sebelum pawai dimulai seluruh peserta akan mendapatkan pengarahan terkait tata tertib dan keselamatan penggunaan obor,” ujar Tarmizi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus menjaga tradisi Melayu yang tumbuh seiring perkembangan peradaban Islam di Siak.
“Pawai obor bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah simbol cahaya persatuan, semangat hijrah, dan upaya menjaga warisan budaya religius yang telah diwariskan para pendahulu di Negeri Istana Siak,” kata Tarmizi.
( Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra )