Bhabinkamtibmas Tanam Jagung Bersama Warga Bandul, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Nolpitos Hendri June 13, 2026 01:18 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Polsek Merbau ikut ambil bagian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional di wilayah hukum mereka.

Satu di antaranya melalui kegiatan penanaman jagung pipil yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas Desa Bandul, BRIPKA Sisunardi bersama masyarakat di Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre, dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Penanaman jagung dilakukan secara gotong royong di lahan pertanian yang telah dipersiapkan warga.

Selain menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan juga menjadi bentuk pendampingan kepada warga dalam berbagai kegiatan yang mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre mengatakan Polri berkomitmen mendukung program pemerintah, termasuk di sektor pertanian yang menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Partisipasi Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Kami berharap masyarakat semakin termotivasi untuk mengembangkan sektor pertanian sehingga dapat meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Masyarakat Desa Bandul menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai keterlibatan Polri memberikan semangat tambahan bagi petani untuk terus mengelola lahan pertanian secara produktif.

“Melalui kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat, program ketahanan pangan di tingkat desa diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta mendukung terwujudnya kemandirian pangan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Tentang Bhabinkamtibmas

Bhabinkamtibmas adalah singkatan dari Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat -- merupakan petugas kepolisian yang bertugas langsung di tingkat desa/kelurahan, sebagai garda terdepan Polri dan jembatan utama antara kepolisian dengan masyarakat.

Dasar Hukum

Diatur dalam Peraturan Kapolri No. 7 Tahun 2021, berfungsi di bawah pembinaan Polsek, bertanggung jawab menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenteraman di wilayah kerjanya.

Tugas Pokok dan Fungsi

- Pembinaan dan Penyuluhan: Memberikan pemahaman hukum, aturan, bahaya narkoba, keamanan, dan cara menjaga ketertiban lingkungan.

- Deteksi Dini: Mengamati potensi konflik, gangguan keamanan, atau masalah sosial sebelum meluas.

- Mediasi dan Penyelesaian Masalah: Menjadi penengah sengketa warga, perselisihan, atau masalah adat agar tidak berujung kekerasan.

- Pengamanan dan Pelayanan: Mengamankan kegiatan warga, membantu saat bencana, melayani laporan awal, dan menjaga ketertiban umum.

- Pemberdayaan Masyarakat: Menggerakkan warga untuk ikut menjaga keamanan (seperti ronda/siskamling) dan mendukung pembangunan desa.

Peran Utama

- Jembatan Komunikasi: Menyampaikan aspirasi warga ke polisi, dan menyampaikan informasi/kebijakan keamanan ke warga.

- Polisi Sahabat: Hadir sehari-hari, dikenal warga, mudah dihubungi, bukan hanya saat ada masalah besar.

- Pencegahan: Mencegah kejahatan, konflik, atau gangguan lebih awal, agar aman dan damai.

Wilayah Kerja

Satu Bhabinkamtibmas biasanya bertanggung jawab untuk satu desa atau satu kelurahan, tinggal atau sering berkunjung ke wilayah itu, mengenal kondisi, tokoh, dan kebiasaan warga.

Tentang Jagung

Jagung (nama ilmiah: Zea mays L.) adalah tanaman pangan penghasil karbohidrat terpenting ke-3 di dunia, setelah gandum dan padi, dan menjadi makanan pokok utama di beberapa wilayah Indonesia seperti Madura, Nusa Tenggara, dan sebagian Sulawesi.

Asal Usul dan Sejarah

Berasal dari Amerika Tengah (Meksiko), dikembangkan dari tanaman liar bernama teosinte sekitar 9.000–10.000 tahun lalu.

Dikenal dan dibudidayakan suku Maya, Aztec, dan Olmek, lalu menyebar ke seluruh benua Amerika.

Masuk ke Asia dan Indonesia sekitar abad ke-16, dibawa pedagang Eropa; sejak itu menjadi bagian penting dari pertanian dan budaya lokal.

Ciri-Ciri Tanaman

- Tanaman semusim, siklus hidup 80–150 hari.

- Batang tegak, tinggi 1–3 meter, berakar kuat.

- Bunga terpisah: bunga jantan di pucuk, bunga betina menjadi tongkol yang berisi biji berderet, warna bervariasi: kuning, putih, merah, hitam, atau ungu.

- Tumbuh baik di suhu 21–32°C, butuh sinar matahari penuh dan tanah gembur.

Jenis Utama

- Jagung Manis: biji lunak, manis, dimakan langsung (rebus/bakar) atau sayuran.

- Jagung Pipil: biji keras, kering; untuk tepung, maizena, pakan ternak, bahan industri.

- Jagung Ketan: pati lengket; makanan tradisional, kue, jajanan.

- Jagung Berondong: biji kecil keras, mekar saat dipanaskan.

- Jagung Gigi Kuda: paling banyak dibudidayakan, untuk pakan dan bahan baku.

Kandungan Gizi (per 100g)

- Kalori: ± 355 kkal

- Karbohidrat: 21–80 persen (sumber energi utama)

- Protein, serat, vitamin A, B1, C, zat besi, fosfor, antioksidan lutein dan zeaxanthin.

- Manfaat: menjaga kesehatan mata, jantung, pencernaan, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Kegunaan

- Pangan: makanan pokok, jagung rebus/bakar, tepung, maizena, beras jagung, camilan, minyak jagung.

- Pakan ternak: bahan utama pakan ayam, sapi, babi.

- Industri: bahan baku bioetanol, plastik ramah lingkungan, kosmetik, obat-obatan, perekat, sirup glukosa.

- Budaya: bagian dari tradisi, upacara, dan gotong royong panen di desa.

Posisi di Indonesia

Komoditas pertanian strategis, penyumbang ekonomi desa, dan penyangga ketahanan pangan nasional.

Sering dikembangkan bersamaan dengan program keamanan desa oleh Bhabinkamtibmas, dalam kegiatan pertanian dan kesejahteraan warga.

( Tribunpekanbaru.com / Teddy Tarigan )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.