Berita Arema FC Hari Ini Populer: Nasib Rio Fahmi–Hansamu Abu-abu, Pablo Oliveira Resmi Berpisah
Sarah Elnyora Rumaropen June 13, 2026 07:35 AM

SURYAMALANG.COM, MALANG - Arema FC tengah dihadapkan pada situasi bursa transfer yang cukup dinamis jelang musim 2026–2027.

Dua pemain pinjaman dari Persija Jakarta, Rio Fahmi dan Hansamu Yama, masih belum memiliki kepastian apakah akan dipertahankan atau kembali ke klub asalnya.

Di sisi lain, Pablo Oliveira resmi berpisah dengan Singo Edan setelah dua musim memperkuat tim.

Berikut ulasan selengkapnya:

Masa depan dua pemain pinjaman Arema FC dari Persija Jakarta yakni Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata saat ini masih abu-abu.

Kedua pemain ini sebelumnya dipinjam oleh Arema FC pada paruh musim 2025-2026 kemarin.

Kontrak peminjaman sudah habis, seiring dengan berakhirnya kompetisi Super League 2025/2026.

Akan tetapi, manajemen Arema FC masih mencoba untuk mempertahankan Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata di tim.

Seiring dengan permainan keduanya yang tampil cukup konsisten saat masih berseragam Arema FC.
 
Namun, peluang dalam mempertahankan kedua pemain ini tidaklah sama.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi (Inal), mengungkapkan bahwa status kontrak masing-masing pemain menjadi faktor utama yang akan menentukan masa depan mereka di Singo Edan.

Hansamu Yama saat ini berada dalam posisi yang lebih memungkinkan untuk dipertahankan.

Pasalnya, kontrak bek senior tersebut bersama Persija Jakarta telah berakhir pada 10 Juni 2026 kemarin.

Situasi berbeda dialami Rio Fahmi. Bek kanan berusia 24 tahun itu masih memiliki kontrak bersama Persija Jakarta hingga dua musim ke depan.

Kondisi tersebut membuat langkah Arema FC untuk mempertahankannya menjadi lebih rumit.

"Hansamu Yama ini kalau gak salah kontraknya di Persija habis 10 Juni 2026 kemarin. Kalau Rio Fahmi masih dua musim lagi kontraknya di Persija."

"Tentu kami ingin mempertahankan mereka, tapi kami harus melihat nanti deal apa enggak," katanya, Jumat (12/6/2025).

Menurut Inal, tantangan terbesar justru ada pada proses negosiasi untuk Rio Fahmi karena statusnya yang masih menjadi aset Macan Kemayoran.

"Yang berat ada di Rio Fahmi, karena dia masih terikat kontrak di Persija," tambahnya.

Menariknya, manajemen Arema FC tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis maupun kontrak dalam menentukan pemain yang akan dipertahankan.

Inal menegaskan, faktor kenyamanan dan kecintaan pemain terhadap klub juga menjadi pertimbangan penting.

Sebelum membuka pembicaraan lebih jauh, manajemen akan terlebih dahulu menanyakan komitmen pemain terhadap Arema FC.

"Tentu kami pasti tanya ke pemain dulu kalau ada yang mau kami pertahankan."

"Kamu cinta enggak di Arema, kamu nyaman gak di tim ini."

"Kalau kami ingin pemain itu bertahan tapi kalau hatinya enggak di sini ya susah," ungkapnya.

Ia menilai pemain inti yang menjadi tulang punggung tim harus memiliki keterikatan emosional dengan klub agar bisa memberikan performa maksimal sepanjang musim.

"Karena pemain utama di tim itu harus cinta dengan Arema."

"Kalau ingin mempertahankan Rio Fahmi dan Hansamu Yama ya jelas kami ingin keduanya," tegasnya.

Proses negoisasi pun saat ini sedang berjalan, seiring dengan persiapan Arema FC dalam menyusun skuad untuk menyambut musim 2026-2027 mendatang.

Saat ini, sudah ada 12 pemain Arema FC yang telah berpisah dari klub, termasuk tiga legiun asing seperti Dalberto, Lucas Frigeri dan Valdeci Moreira.

Arema FC sejauh ini juga masih belum memperkenalkan pemain baru, meskipun rumor bursa transfer yang ditunjukkan kepada tim berjuluk Singo Edan itu santer dikabarkan.

Seperti dua pemain pemain Persib Bandung, Dewangga dan Robi Darwis, yang cukup santer dikabarkan berseragam Arema FC untuk musim depan.

 

Arema FC kembali melepas pemain asingnya, kali ini Pablo Oliveira yang dilepas oleh manajemen Singo Edan pada Jumat (12/6/2026).

Pablo Oliveira menjadi legiun asing keempat Arema FC yang dilepas, setelah sebelumnya ada Lucas Frigeri, Valdeci Moreira, dan Dalberto.

Pablo Oliveira pertama kali bergabung dengan Arema FC untuk menghadapi musim 2024-2025.

Pada musim debutnya, ia langsung menjadi pilihan utama di sektor tengah dengan tampil dalam 27 pertandingan dan menyumbangkan tiga gol.

Pemain berusia 31 tahun itu tak hanya dikenal sebagai pengatur ritme permainan di lini tengah, tetapi juga sosok yang menunjukkan profesionalisme tinggi saat harus berjuang melawan cedera panjang.

Kehadirannya memberi keseimbangan bagi permainan Singo Edan, terutama dalam membantu transisi bertahan maupun membangun serangan dari lini kedua.

Namun perjalanan Pablo bersama Arema FC mulai mendapat ujian berat saat memasuki Super League 2025/2026.

Cedera membuatnya harus menepi cukup lama dan menjalani proses pemulihan yang tidak mudah.

Setelah berjuang untuk kembali bugar, Pablo akhirnya kembali memperkuat Arema FC pada putaran kedua kompetisi, tepatnya Januari 2026.

Sayangnya, nasib kurang beruntung kembali menghampirinya.

Pablo mengalami cedera serius pada ligamen lutut, yakni MCL dan ACL, yang memaksanya mengakhiri musim lebih cepat dan pulang ke Brasil untuk menjalani operasi lanjutan.

Meski hanya sempat tampil tiga kali pada musim terakhirnya, dedikasi Pablo tetap mendapat apresiasi tinggi dari manajemen Arema FC.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi (Inal), menyebut Pablo sebagai pemain yang memberikan lebih dari sekadar kontribusi di atas lapangan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pablo atas dedikasi, profesionalisme, dan kontribusi luar biasa yang telah diberikan selama dua musim bersama Arema FC."

"Bukan hanya melalui penampilannya di atas lapangan, tetapi juga melalui semangat dan keteguhannya dalam menghadapi masa-masa sulit akibat cedera," kata Inal dalam keterangan resmi klub, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, Pablo telah menunjukkan arti sesungguhnya dari perjuangan seorang pesepak bola profesional ketika harus berhadapan dengan cedera yang mengancam kariernya.

Inal juga menyampaikan doa agar mantan pemain Singo Edan tersebut segera pulih dan dapat kembali bermain di level terbaik.

"Cedera yang dialami Pablo tentu bukan situasi yang mudah untuk dihadapi."

"Namun kami percaya dengan karakter dan mentalitas yang dimilikinya, ia mampu bangkit kembali," ujarnya.

Selama dua musim mengenakan seragam Arema FC, Pablo memang tidak mencatatkan statistik yang mencolok.

Namun ketenangan, kepemimpinan, dan daya juangnya di tengah situasi sulit membuatnya menjadi salah satu pemain asing yang mendapat respek dari lingkungan klub.

"Kami mendoakan agar proses pemulihannya berjalan lancar dan dapat kembali meraih kesuksesan bersama klub barunya nanti," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.