SPMB di Wilayah Terpencil Terkendala Internet, Disdik Kalsel Instruksikan Layanan Tatap Muka
Hari Widodo June 13, 2026 08:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Keterbatasan akses internet di daerah terpencil hingga kesiapan sekolah dalam melayani peserta didik penyandang disabilitas bakal menjadi tantangan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mengenai akses internet, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel mengakui belum seluruh wilayah memiliki kualitas jaringan yang sama.

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Pembinaan SMA, Dedi Hidayat mengatakan, masih terdapat sejumlah daerah yang mengalami kendala akses internet, seperti Paramasan di Kabupaten Banjar dan Pulau Sembilan, Kotabaru.

“Secara keseluruhan akses internet di Kalimantan Selatan belum memiliki kondisi jaringan internet yang sama. Beberapa sekolah yang berada di wilayah terpencil masih menghadapi kendala akses internet,” katanya, Kamis (10/6/2026).

Baca juga: Awasi Potensi Penyimpangan hingga Pungutan Liar, Ombudsman Kalsel Buka Posko Pengaduan SPMB

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdikbud Kalsel sudah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah agar pelaksanaan SPMB tetap berjalan lancar melalui layanan luring atau tatap muka.

Menurut Dedi, sekolah-sekolah di daerah keterbatasan jaringan diperbolehkan memberikan bantuan pendaftaran secara langsung kepada calon murid atau orangtua.

Sekolah juga dapat memfasilitasi penggunaan perangkat maupun koneksi internet yang tersedia.

“Prinsipnya, keterbatasan akses internet tidak boleh menjadi hambatan bagi calon murid untuk mengikuti proses SPMB. Pemerintah daerah dan sekolah berupaya memastikan seluruh calon murid memperoleh akses layanan pendaftaran yang setara,” katanya.

Untuk SPMB tingkat SMA/sederajat, di SMKN 1 Rantau mulai melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah pendaftar.

Mereka melakukan penjaringan awal calon peserta didik secara daring melalui grup WhatsApp (WA), sembari menunggu pembukaan resmi SPMB.

Kepala SMKN 1 Rantau, Muhammad Syaifuddin, mengatakan hingga saat ini pihak sekolah belum membuka proses penerimaan secara resmi, namun telah melakukan pendataan awal untuk memetakan minat calon siswa.

Melalui mekanisme tersebut, calon siswa diarahkan bergabung ke grup WA yang telah disiapkan sekolah.

Selanjutnya mereka memperoleh informasi dan akses menuju tahapan berikutnya, termasuk barcode menuju sistem SPMB yang akan digunakan.

“Untuk sementara kami melakukan penjaringan dulu secara online. Jadi masuk ke grup WA agar data awal bisa diketahui dan memudahkan saat aplikasi resmi dibuka,” jelasnya.

Sementara Kepala SMAN 1 Pelaihari Ihsanul Imani mengatakan mekanisme penerimaan tahun ini pada dasarnya masih sama dengan tahun sebelumnya.

Perbedaannya, terdapat pembaruan berupa Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai tambahan pada jalur prestasi.

“SPMB mulai tanggal 22 sampai 24 Juni 2026. Mekanisme masih sama dengan pembaruan TKA sebagai tambahan untuk jalur prestasi,” katanya.

Meski pendaftaran dilakukan secara daring, pihak sekolah tetap membuka layanan pendampingan bagi masyarakat yang belum memahami proses pendaftaran digital.

“Yang kurang paham pendaftaran daring kembali dibantu oleh sekolah, bisa daftar mandiri menggunakan fasilitas yang disediakan sekolah,” ujarnya.

Baca juga: SPMB SMP di Digelar Online, Orang Tua di Banjarmasin Tetap Pilih Datangi Sekolah, Ini Alasannya

Hal serupa dilakukan SMAN 2 Kintap. Kepala sekolah setempat, Qonitah, menyebut pihaknya menyediakan pendampingan bagi calon siswa yang mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran.

“Kalau anak-anak kesulitan bisa datang ke sekolah untuk didampingi proses SPMB,” katanya.

SMAN 2 Kintap memiliki 29 unit komputer dan empat laptop yang siap digunakan selama proses pendaftaran berlangsung. Sekolah tersebut membuka kuota penerimaan sebanyak 144 siswa baru. (msr/sul/tar/roy)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.