Munafri Salurkan Bantuan Pendidikan Rp2,1 Miliar di Sangkarrang
Sudirman June 13, 2026 10:05 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp2,1 miliar untuk sekolah-sekolah di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Bantuan diserahkan saat kunjungan kerja Munafri ke Pulau Barrang Lompo dan Pulau Bone Tambu, Jumat (12/6/2026).

Dari total bantuan Rp2,1 miliar, sekitar Rp900 juta dialokasikan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD).

Sementara Rp1,2 miliar lainnya diperuntukkan bagi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bantuan tersebut mencakup dukungan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan serta pemberian beasiswa kepada siswa di wilayah kepulauan.

Munafri menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para siswa penerima manfaat.

Baca juga: Munafri Arifuddin Tinjau TPA Antang, Targetkan Transformasi dari Open Dumping ke Sanitary Landfill

Pemerintah ingin memastikan anak-anak di wilayah kepulauan memperoleh layanan pendidikan yang sama dengan siswa di wilayah daratan.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kota untuk memastikan anak-anak kita di wilayah kepulauan mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Munafri.

Selain menyerahkan bantuan, Munafri juga meninjau langsung kondisi SD Inpres Barrang Caddi II di Pulau Bone Tambu.

Ia kemudian melanjutkan peninjauan ke SMP Negeri 42 Satu Atap Bone Tambu yang saat ini terdampak abrasi pantai.

Kondisi sekolah tersebut menjadi perhatian pemerintah karena abrasi yang terus terjadi berpotensi mengancam bangunan dan aktivitas belajar mengajar.

Munafri mengatakan peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas pendidikan yang membutuhkan penanganan.

Menurutnya, revitalisasi sekolah di wilayah kepulauan akan menjadi salah satu prioritas pemerintah pada tahun anggaran mendatang.

“Kalau di anggaran perubahan tahun ini tidak memungkinkan karena kondisi bangunan membutuhkan penanganan menyeluruh,” katanya.

Ia memastikan pemerintah akan mengupayakan perbaikan sekolah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027.

“Insya Allah pada APBD pokok tahun 2027 kita akan melakukan revitalisasi maksimal terhadap sekolah SD dan SMP yang ada di Bone Tambu, termasuk fasilitas rumah dinas guru,” lanjutnya.

Munafri menilai keberadaan rumah dinas guru penting untuk menunjang penempatan dan rotasi tenaga pendidik yang bertugas di wilayah kepulauan.

Menurut dia, ketersediaan fasilitas tersebut akan membantu menjaga keberlangsungan pelayanan pendidikan di pulau-pulau terluar.

Dalam kunjungan tersebut, Munafri juga menyoroti pentingnya kedisiplinan tenaga pendidik dalam menjalankan tugas.

Ia mengingatkan, pemerintah telah memberikan berbagai insentif kepada guru yang bertugas di wilayah kepulauan.

Karena itu, para guru diharapkan dapat menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal demi mendukung kualitas pendidikan.

“Jangan sampai insentif dinikmati tetapi kewajiban tidak dijalankan. Bagaimana anak-anak kita bisa mendapatkan pendidikan yang baik kalau gurunya tidak ada,” tegasnya.

Munafri meminta Dinas Pendidikan Kota Makassar memperketat pengawasan terhadap tingkat kehadiran guru di sekolah-sekolah kepulauan.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pada kualitas pelayanan yang diberikan tenaga pendidik.

Ia menegaskan, pemerataan pembangunan pendidikan merupakan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan publik yang merata hingga wilayah terluar Kota Makassar.

“Tanggung jawab kita bersama memastikan pendidikan dan kesehatan masyarakat pulau benar-benar terjamin oleh pemerintah,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.