TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta mulai melakukan perombakan skuad menyongsong musim baru.
Setelah lebih dulu melepas Deri Corfe dan Ikhsan Chan, kini giliran gelandang asing asal Belanda, Donny Warmerdam, yang resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Laskar Mataram.
Manajemen PSIM memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan Donny setelah satu musim membela tim kebanggaan Kota Yogyakarta tersebut.
Berakhirnya masa bakti Donny sekaligus menambah daftar pemain yang telah meninggalkan PSIM pasca berakhirnya kompetisi.
Usai menuntaskan petualangan pertamanya di Liga Indonesia, pemain berusia 24 tahun itu akan kembali ke Belanda.
Donny diketahui akan bergabung dengan De Graafschap, klub yang pernah diperkuatnya di kompetisi Eerste Divisie atau kasta kedua Liga Belanda.
Perjalanan Donny bersama PSIM tidak berjalan mulus sejak awal. Ia direkrut saat kompetisi BRI Super League 2025/2026 sudah bergulir dan masih dibukanya bursa transfer pemain.
Namun, cedera kaki fracture weber yang dialaminya membuat sang gelandang harus menepi cukup lama.
General Manager PSIM, Steven Sunny, mengakui musim pertama Donny di Indonesia penuh tantangan karena harus menjalani proses pemulihan cedera sejak awal kompetisi.
“Musim ini tidak mudah baginya karena harus melewati masa pemulihan cedera yang cukup panjang, sejak awal kompetisi resmi dimulai,” ungkap Steven Sunny, Sabtu (13/6/2026).
Baca juga: PSIM Yogyakarta Masih Bermarkas di Stadion Sultan Agung Bantul Musim Depan, Ini Kesiapan Manajemen
Setelah melalui serangkaian proses rehabilitasi, Donny akhirnya menjalani debut bersama PSIM saat menghadapi Bali United FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Senin (23/2/2026).
Kala itu ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-75 menggantikan Yusaku Yamadera.
Meski baru tampil pada paruh kedua musim, pemain kelahiran Sassenheim tersebut mampu menunjukkan kontribusi yang cukup signifikan.
Donny tercatat tampil dalam 11 pertandingan bersama Laskar Mataram.
Dari sisi statistik, performanya cukup impresif. Ia membukukan 361 umpan sukses dari total 395 percobaan, menunjukkan kualitas distribusi bola yang baik di lini tengah.
Selain itu, Donny juga mencatatkan 15 tekel, 13 intersepsi, dan satu sapuan untuk membantu pertahanan tim.
Kontribusinya tidak hanya terlihat saat bertahan.
Donny juga aktif membantu serangan dengan melepaskan empat tembakan, dua di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan.
Steven menilai Donny mampu beradaptasi dengan cepat setelah pulih dari cedera dan memberikan dampak positif bagi permainan PSIM.
“Namun, ketika kondisinya sudah membaik dan kesempatan datang untuknya, ia menunjukkan kualitasnya dengan beradaptasi cepat dan memberikan kontribusi positif bagi tim,” tutur Steven.
Manajemen PSIM pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan Donny selama membela Laskar Mataram.
Klub juga mendoakan yang terbaik bagi perjalanan karier sang pemain yang kini kembali berkiprah di Belanda.
“Kami berterima kasih atas dedikasinya dan mendoakan yang terbaik untuk perjalanan kariernya di Belanda. Donny masih muda, masa depannya masih sangat panjang,” tukasnya. (*)