Pemkab Lombok Tengah Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Layanan Publik
Idham Khalid June 13, 2026 10:05 AM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tren kenaikan harga barang yang terjadi saat ini. 

Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Muhammad Nursiah, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus memantau kondisi ekonomi dan memastikan tidak ada kebijakan yang akan menambah beban finansial masyarakat secara langsung, khususnya terkait tarif layanan publik dan pajak daerah.

Dalam keterangannya, Nursiah menyampaikan bahwa Pemda Lombok Tengah secara khusus menaruh perhatian serius terhadap kecenderungan kenaikan harga barang yang dapat berdampak pada kesejahteraan warga. 

“Prinsip kita di Lombok Tengah terutama Pak Bupati kita, beliau sangat memperhatikan kecenderungan meningkatnya harga barang,” ucap Nursiah, Sabtu (13/6/2026).

Mengenai kekhawatiran masyarakat akan kenaikan tarif layanan publik, Nursiah mengonfirmasi bahwa untuk layanan tertentu seperti PDAM, dipastikan tidak akan ada kenaikan tarif.

Terkait pajak dan retribusi daerah yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah masih memberlakukan tarif lama sesuai dengan peraturan daerah yang ada.

“Kalau pajak yang sudah ditetapkan dengan peraturan daerah itu alhamdulillah masih sesuai dengan tarif sebelumnya, tidak ada peningkatan tarif,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap kebijakan mengenai tarif akan selalu disesuaikan dengan kondisi ekonomi daerah serta daya beli masyarakat.

Baca juga: Pemkab Lombok Tengah Perkuat UMKM untuk Jaga Ketahanan Ekonomi Daerah

Sebagai langkah antisipasi dan penguatan ekonomi, Pemkab Lombok Tengah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam rumpun ekonomi seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Pariwisata diinstruksikan untuk menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap pelaku UMKM serta mengoptimalkan produk lokal. 

Langkah ini diambil untuk menciptakan peluang ekonomi baru yang dapat menyeimbangkan daya beli masyarakat di tengah situasi pasar yang dinamis.

“Artinya bahwa dengan kondisi sekarang ini, tentu kami Pemda Lombok Tengah untuk terus melakukan aktivitas yang bisa mendampingi, membina UMKM kita, kita mencarilah peluang yang dapat menjadi penyeimbang daya beli masyarakat kita,” pungkas Nursiah.

Dengan kebijakan yang berjalan saat ini, Pemkab Lombok Tengah berharap pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan pelayanan publik, mulai dari perizinan hingga investasi, tetap berjalan optimal tanpa membebani masyarakat.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.