Jurgen Klopp kecewa dengan laga pembuka Piala Dunia yang 'buruk secara taktik' saat mantan pelatih Liverpool soroti kelemahan pertahanan Meksiko
Dewi Rahayu June 13, 2026 11:08 AM

Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, melontarkan kritik keras terhadap pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 yang ia sebut "buruk secara taktik", meskipun tuan rumah bersama Meksiko berhasil mencatat kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan. Kepala Sepak Bola Global Red Bull itu menyoroti kelemahan mencolok di lini pertahanan serta insiden aneh berupa sederet kartu merah yang mencoreng laga yang digelar di Stadion Azteca tersebut.

Laga pembuka memicu kritik

Meksiko, yang menjadi tuan rumah untuk ketiga kalinya dalam sejarah turnamen, membuka kiprahnya dengan kemenangan atas Afrika Selatan melalui gol dari Julian Quinones dan penyerang veteran Raul Jimenez. Namun, pertandingan itu dibayangi oleh kekacauan disiplin di bawah kepemimpinan wasit Wilton Sampaio, yang mengeluarkan tiga kartu merah. Pemain Afrika Selatan Yaya Sithole dan Themba Zwane diusir lebih dulu sebelum kapten Meksiko, Cesar Montes, juga mendapatkan kartu merah di menit akhir akibat pelanggaran profesional.

Klopp kecam penampilan taktis

Dalam perannya sebagai komentator televisi, Klopp menyatakan kekecewaan mendalam terhadap kualitas teknis pertandingan tersebut, seraya mempertanyakan disiplin struktur permainan kedua tim setelah kartu merah terakhir. Ia mengatakan: "Situasi ini benar-benar menggambarkan keseluruhan pertandingan. Secara taktik, itu sangat buruk! Tidak baik dari kedua tim. 11 melawan 9 dan Anda masih terkena serangan balik. Mengapa? Karena lini belakang terlalu mundur. Itu masalah umum sepanjang pertandingan. Afrika Selatan sama sekali tidak memanfaatkannya."

Pakar sepak bola lain turut kecewa

Penilaian keras Klopp itu mendapat dukungan luas dari para analis lain di berbagai jaringan penyiaran, yang sepakat bahwa pertandingan pembuka yang sangat dinantikan tersebut gagal menghadirkan kualitas kompetitif tingkat elite.

Mantan pemain internasional Jerman, Christoph Kramer, juga menyampaikan kekecewaannya atas kurangnya intensitas di lapangan. Ia berkomentar: "Anda bisa merasakan atmosfer yang begitu tinggi, dan saya juga berharap intensitas seperti itu akan membuka ruang permainan. Tapi saya pikir hal itu akan menghasilkan pertarungan sungguhan di lapangan, dan ternyata tidak demikian. Senang mereka bermain di sana, tetapi rasanya lebih seperti pertandingan amal."

Pelatih senior Jerman, Christian Streich, juga tidak terkesan, dengan kritik yang diarahkan langsung pada kurangnya disiplin taktik dan semangat juang tim Afrika Selatan. Ia menuturkan: "Saya kecewa dengan Afrika Selatan karena saya pikir mereka akan tampil lebih terorganisir dan menunjukkan semangat juang yang lebih baik."

Perbaikan pertahanan dibutuhkan ke depan

Meskipun berhasil mengamankan tiga poin, El Tri harus segera memperbaiki kelemahan taktis yang disoroti para pengamat sebelum menghadapi lawan dengan serangan yang lebih berbahaya di laga-laga grup berikutnya. Absennya kapten Montes karena skorsing menjadi tantangan besar bagi staf pelatih untuk melakukan perombakan di lini belakang.

Sementara itu, skuad Afrika Selatan yang kehilangan beberapa pemain kunci harus segera membangun kembali disiplin dan organisasi permainan mereka jika ingin menjaga peluang lolos ke babak gugur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.