- Korban jiwa di pihak Israel di front utara saja sudah tembus 1.261 orang.
Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 9.160 orang menjadi korban sejak perang melawan Iran dilancarkan.
Mengutip Al Mayadeen pada (13/6), jumlah itu menurut rilisan terbaru Kementerian Kesehatan Israel pada Jumat (12/6/2026) malam waktu setempat.
Dalam rilisan, 10 pasien baru yang dirawat di rumah sakit pada Jumat malam berdatangan.
Menurut data kementerian, jumlah total korban yang diterima oleh rumah sakit Israel sejak dimulainya perang terhadap Iran pada (28/2) mencapai 9.162 orang.
Rinciannya, data tersebut menunjukkan bahwa rumah sakit telah mencatat total 1.261 korban jiwa dari front utara saja setelah gencatan senjata dengan Iran.
Terlebih, dengan cedera yang tersebar di berbagai pusat medis.
Selain itu, kementerian juga melaporkan bahwa 843 korban jiwa telah terdaftar di rumah sakit Israel dari front utara sejak gencatan senjata dengan Lebanon mulai berlaku.
Jumlah korban jiwa harian pasukan Israel terus meningkat akibat operasi intensif Hizbullah di Lebanon Selatan dan Palestina Utara.
Serangan tersebut diluncurkan sebagai respons atas agresi serta pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan oleh Israel.
Media Israel "Channel 12", menggambarkan situasi militer di lapangan kini berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan dengan kerugian yang signifikan.
Situasi ini diperparah oleh laporan adanya 77 korban jiwa dalam sehari pada (8/6) menyusul serangan balasan Iran ke sejumlah pangkalan udara.
Selain itu, kondisi tersebut dipicu oleh efektivitas serangan harian drone FPV Hizbullah yang sukses menyasar pasukan dan aset militer Israel.