Sentimen Danantara Redakan Kekhawatiran Pasar IHSG dan Rupiah Kompak Bangkit Kuat
Tribun-video June 13, 2026 12:42 PM

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah mencatatkan kebangkitan bersama pada penutupan perdagangan menjelang libur akhir pekan, Jumat, 12 Juni 2026.

Berdasarkan data pasar modal, langkah pembentukan institusi baru Danantara berhasil meredakan kekhawatiran pasar dan memicu laju penguatan instrumen investasi domestik secara signifikan.

Menjelang 30 menit penutupan perdagangan sesi kedua, IHSG terpantau melaju kencang dengan menguat sebesar 2,50 persen. Penguatan ini membawa indeks komposit kokoh bertahan di atas level psikologis 6.000, tepatnya parkir di posisi 6.030,08. Sepanjang perdagangan harian, indeks dibuka di zona hijau pada level 5.960,41, sempat menyentuh titik terendah di 5.952,85, hingga berhasil melesat ke titik tertinggi (*intraday*) di level 6.074,07.

Laju IHSG kali ini ditopang kuat oleh kembalinya aksi beli massal pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (*big caps*) serta saham sektor konglomerasi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menjadi motor penggerak utama dengan melonjak hingga 3 persen ke level Rp6.000 per saham. Penguatan beruntun BBCA dalam tiga hari terakhir dipicu oleh aksi beli bersih investor asing, sentimen rencana aksi beli kembali saham (*buyback*), serta wacana pembagian dividen interim. Saham BBCA sempat mencatatkan titik tertinggi harian di level Rp6.100 per saham.

Selain BBCA, sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya turut mencatatkan lonjakan fantastis. Saham DSSA melesat hingga 13 persen di level Rp825, disusul saham BUMI yang melonjak 13 persen ke level Rp159. Emiten AMAN melesat 12,75 persen ke posisi Rp3.450, DEWA melonjak 11 persen ke Rp328, ARCI melesat 11 persen ke Rp970, BRMS menguat 9,38 persen, dan Antam naik 5,49 persen. Dari sektor perbankan lainnya, saham BBNI menguat 2 persen ke level Rp3.590, BBRI naik tipis 0,70 persen ke Rp2.900, dan BMRI naik 0,24 persen. Di sisi lain, saham Gudang Garam menjadi salah satu penahan laju indeks dengan melemah 0,17 persen, diikuti SMGR yang tertekan 0,65 persen ke level Rp1.540 per saham.

Sejalan dengan pasar saham, nilai tukar rupiah mencatatkan kebangkitan luar biasa menjelang akhir pekan di pasar spot. Rupiah ditutup menguat tajam sebesar 1,88 persen dan diperdagangkan di level Rp17.708 per dolar Amerika Serikat (AS). Kebangkitan mata uang garuda ditopang oleh merosotnya indeks dolar AS ke level 99,82 setelah Presiden AS Donald Trump secara mendadak membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran di menit-menit terakhir demi membuka peluang jalur negosiasi damai.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap mata uang utama global lainnya terpantau ditutup pada level Rp20.759 per euro, Rp23.919 per poundsterling, dan Rp111,40 per yen Jepang.

Dari pasar komoditas dunia, pembatalan serangan militer AS ke Iran berhasil meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global dan memicu penurunan mingguan. Harga minyak mentah Brent bertengger di level 89,17 dolar AS per barel (turun 4,2 persen dalam sepekan) dan minyak WTI berada di level 86,10 dolar AS per barel. Sementara itu, harga emas dunia melesat 2,04 persen ke level 4.198 dolar AS per troy ons setelah sempat menyentuh level terendah dalam 6 bulan terakhir. Adapun harga batu bara acuan dunia ditutup naik 0,37 persen di level 148,5 dolar AS per ton akibat menipisnya stok di area pertambangan Tiongkok.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.