TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Hj Zulhikma Julinda mencuri perhatian saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Ia mengenakan busana bernuansa Arab dengan aksesori wajah berwarna emas menutupi sebagian wajahnya.
Hj Zulhikma merupakan jamaah asal Kabupaten Gowa tergabung dalam Kloter 15 Debarkasi Makassar.
Kloter 15 tiba di Asrama Haji Sudiang sekitar Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 23:47 Wita.
Mereka berjumlah sebanyak 391 orang, terdiri atas 163 laki-laki dan 228 perempuan.
Jamaah Maluku Utara mendominasi kloter dengan 374 orang, Kabupaten Gowa 10 orang, serta Bone dan Provinsi Maluku masing-masing satu orang.
Hj Zulhikma mengenakan gamis panjang berwarna abu-abu.
Baca juga: Kloter 15 Pulang Tak Utuh, Dua Jamaah Haji Maluku Utara Wafat dan Satu Masih Dirawat di Jeddah
Pada bagian lengan dan sisi gamis terdapat bordir serta ornamen berwarna emas yang memberikan kesan mewah namun tetap elegan.
Kerudung syar’i berwarna senada menutupi kepala hingga dada.
Pada bagian tepi kerudung terdapat aksen garis emas yang menyatu dengan motif busana.
Hal yang paling mencolok adalah aksesori wajah berupa rantai-rantai emas menyerupai cadar dekoratif khas Timur Tengah yang menggantung dari bagian kepala hingga menutupi area hidung dan pipi.
Aksesori tersebut terdiri dari untaian manik-manik berwarna emas yang tersusun rapat membentuk tirai wajah.
Selain itu, terdapat bros kecil bernuansa emas yang terpasang di bagian dada sebagai pelengkap penampilan.
Menurut Hj Zulhikma, busana tersebut dibelinya saat berada di Arab Saudi.
“Ini baju yang dibeli di Zamzam Tower dan dipilih karena nyaman saja. Untuk dress-nya saya pilih model seperti ini karena memang favorit saya. Kainnya saya suka dan modelnya juga saya suka,” katanya, Sabtu (13/6/2026) dini hari.
Aksesori wajah yang dikenakannya sengaja dipilih untuk mempercantik tampilan saat kembali ke Tanah Air.
Aksesoris tersebut sudah di persiapkan dari Kota Makassar.
“Kalau untuk di daerah wajah ini saya pakai agar lebih ngejreng aja,” ujarnya sambil tersenyum.
Busana dikenakannya sejak perjalanan pulang dari Arab Saudi hingga tiba di Makassar.
“Tadi dipakainya dari bandara dan di pesawat,” ujarnya.
Untuk mendapatkan busana tersebut, Hj Zulhikma mengaku mengeluarkan biaya sekitar Rp1,5 juta.
“Kalau jilbabnya beda, kalau yang ini saya bawa dari Makassar,” ungkapnya.
Di balik penampilan yang mencuri perhatian, Hj Zulhikma mengaku sangat bersyukur bisa menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya.
"Ini adalah penantian yang luar biasa selama ini. Saat mendapatkan kesempatan berhaji, itu merupakan momentum terbesar dalam hidup saya,” kata dia.
Ia mengaku tantangan terberat selama menjalankan ibadah haji adalah cuaca ekstrem di Arab Saudi.
"Sempat sakit juga, tapi hanya flu,” ujarnya.
Selain membawa pengalaman spiritual yang mendalam, Hj Zulhikma juga membawa sejumlah oleh-oleh khas Tanah Suci untuk keluarga di rumah.
“Yang utama cokelat, boneka unta, dan kurma. Yang khas-khas dari Tanah Suci,” jelasnya.