TribunBatam.id, Batam – Keuntungan sebagai tuan rumah dinilai akan menjadi faktor penting dalam laga-laga awal Piala Dunia 2026.
Pengamat sepak bola Kepulauan Riau, Buralimar, memprediksi Amerika Serikat mampu mengatasi perlawanan Paraguay, sementara Kanada diperkirakan harus puas berbagi angka dengan Bosnia-Herzegovina.
Menurut Buralimar, atmosfer kandang, dukungan suporter, hingga faktor adaptasi cuaca dan lapangan menjadi keuntungan yang tidak bisa diabaikan bagi negara-negara tuan rumah pada ajang Piala Dunia yang tahun ini digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
"Sebagai tuan rumah, Amerika Serikat dan Kanada jelas memiliki keuntungan besar. Mereka bermain di depan publik sendiri, sudah mengenal kondisi lapangan dan cuaca, sementara lawan harus beradaptasi. Faktor mental juga biasanya lebih berpihak kepada tim tuan rumah," ujar Buralimar, Sabtu (13/6).
Pada pertandingan Grup B yang mempertemukan Amerika Serikat melawan Paraguay, Buralimar menilai tim berjuluk The Stars and Stripes memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan.
Ia memprediksi Amerika Serikat menang dengan skor 2-0, bahkan berpotensi memperlebar kemenangan menjadi 3-0 apabila mampu mencetak gol cepat pada awal pertandingan.
Menurutnya, kekuatan utama Amerika Serikat saat ini terletak pada kedalaman skuad yang semakin matang. Sejumlah pemain inti mereka bermain di kompetisi elite Eropa dan dipadukan dengan pemain-pemain Major League Soccer (MLS) yang telah terbiasa menghadapi karakter permainan kawasan CONCACAF.
"Kedalaman skuad Amerika Serikat sangat baik. Mereka punya kombinasi pemain Eropa dan MLS yang membuat transisi permainan lebih cepat dan kondisi fisik lebih siap," katanya.
Selain itu, catatan pertemuan kedua tim juga menunjukkan keunggulan Amerika Serikat. Dari sembilan pertemuan sebelumnya, AS mencatat lima kemenangan, dua kali imbang, dan dua kali kalah dari Paraguay.
Buralimar juga mengingatkan bahwa secara historis Amerika Serikat cukup nyaman menghadapi tim-tim Amerika Latin yang mengandalkan permainan fisik.
Meski menjagokan Amerika Serikat, Buralimar mengingatkan bahwa Paraguay bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Negara asal Amerika Selatan itu kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 16 tahun sejak edisi 2010. Kondisi tersebut diyakini membuat motivasi para pemain Paraguay berlipat ganda.
"Paraguay datang dengan semangat membuktikan diri. Mereka memiliki campuran pemain yang berkarier di Eropa dan MLS. Karakter permainan mereka juga cukup agresif dan mengandalkan serangan balik cepat," ujarnya.
Menurutnya, Paraguay kemungkinan akan bermain lebih hati-hati pada awal pertandingan dengan mengandalkan pertahanan rapat dan menunggu peluang melalui serangan balik.
"Skor 0-0 di babak pertama sangat mungkin terjadi. Tetapi jika Amerika Serikat mampu mencetak gol cepat, Paraguay bisa kesulitan dan kalah dengan selisih dua gol," katanya.
Sementara itu, pertandingan lain yang tak kalah menarik adalah duel antara Kanada dan Bosnia-Herzegovina.
Sebagai tuan rumah, Kanada dinilai memiliki modal kuat untuk tampil dominan. Tim berjuluk The Canucks saat ini diperkuat generasi emas yang mulai terbentuk sejak tampil di Piala Dunia 2022.
Kecepatan permainan, pressing tinggi, serta dukungan penuh suporter diperkirakan akan menjadi senjata utama Kanada.
"Kanada sulit dikalahkan di kandang sendiri. Mereka punya generasi pemain yang semakin matang dan motivasi tinggi untuk tampil maksimal di depan pendukungnya," ujar Buralimar.
Namun, Bosnia-Herzegovina juga dinilai memiliki kualitas yang cukup untuk mencuri poin.
Negara Balkan tersebut lolos melalui jalur play-off yang berat dengan menyingkirkan sejumlah tim kuat Eropa. Pengalaman tersebut membuat mental bertanding mereka semakin terasah.
Selain itu, keberadaan pemain senior berpengalaman dinilai masih menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan permainan Bosnia.
"Bosnia terbiasa bermain pragmatis. Mereka kuat dalam bertahan, disiplin menjaga area pertahanan, dan berbahaya dalam situasi bola mati," jelasnya.
Melihat karakter kedua tim, Buralimar memprediksi Kanada akan lebih banyak menguasai bola dan mengendalikan jalannya pertandingan.
Namun, disiplin pertahanan Bosnia diperkirakan akan menyulitkan tuan rumah untuk mencetak banyak gol.
"Laga seperti ini sering berakhir imbang. Kanada mungkin mencetak gol lebih dulu, tetapi Bosnia memiliki pengalaman dan mental untuk bangkit. Saya prediksi skor akhirnya 1-1," katanya.
Buralimar menilai kunci dari kedua pertandingan tersebut terletak pada 15 hingga 20 menit awal laga.
Tim yang mampu mengendalikan tekanan dan memanfaatkan peluang sejak awal akan memiliki keuntungan besar untuk mengatur ritme pertandingan.
"Faktor tuan rumah di Piala Dunia memang nyata, tetapi lawan-lawan mereka juga datang dengan cerita kebangkitan masing-masing. Siapa yang lebih tenang dan efektif di awal pertandingan biasanya menjadi penentu hasil akhir," ujarnya.(TribunBatam.id/bereslumbatobing)