TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU UTARA - Banjir kembali merendam Desa Lembang-Lembang, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, sejak Jumat (12/6/2026).
Luapan Sungai Rongkong dipicu hujan deras sejak Kamis malam.
Kondisi diperparah oleh jebolnya tanggul di Desa Beringin Jaya.
Akibatnya, air mengalir deras ke permukiman warga dan merendam hampir seluruh wilayah desa.
Kepala Desa Lembang-lembang, Arwis Ansar, mengatakan banjir kembali masuk ke kawasan permukiman pada dini hari setelah debit Sungai Rongkong terus meningkat.
"Situasi hari ini air sangat luar biasa deras dan kembali meluap ke permukiman warga. Ini akibat jebolnya tanggul di Desa Beringin Jaya yang sampai saat ini belum tertangani," kata Arwis saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Sabtu (13/6/2026) siang.
Baca juga: Petani di Luwu Utara Beralih jadi Buruh Sawit Karena Banjir
Menurutnya, tanggul yang jebol menjadi penyebab utama meluasnya genangan di Desa Lembang-lembang.
Air sungai masuk tanpa hambatan dan menggenangi rumah-rumah warga.
"Kondisi itu menyebabkan banjir semakin meluas dan merendam hampir seluruh wilayah Desa Lembang-lembang," ujarnya.
Arwis menyebut banjir kali ini menjadi yang terbesar sepanjang tahun 2026.
Ketinggian air terus meningkat hingga mendekati lantai rumah panggung warga.
"Rumah panggung tinggal sedikit lagi tersentuh air. Beberapa anak tangga rumah sudah terendam," katanya.
Tak hanya merendam permukiman, banjir juga memutus akses transportasi darat.
Jalan desa yang biasa dilalui kendaraan kini berubah menjadi lautan air.
Warga terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas maupun menjangkau wilayah lain yang terdampak banjir.
"Tidak ada lagi akses jalan yang bisa dilalui kendaraan motor maupun mobil. Semua harus menggunakan perahu," ungkap Arwis.
Ia mendesak pemerintah daerah dan Balai Wilayah Sungai (BWS) segera melakukan penanganan darurat terhadap tanggul yang jebol agar banjir tidak terus meluas.
"Kami berharap pemerintah kecamatan, kabupaten, provinsi hingga Balai Besar Wilayah Sungai segera mengambil langkah untuk mengatasi penyebab utama meluapnya air ke permukiman," tuturnya.
Salah seorang warga, Andri mengaku memilih bertahan di rumahnya karena ingin menjaga harta benda miliknya.
"Masih bertahan, sekaligus jaga barang-barang ku. Berharap semoga surut cepat air," akunya.
Ia meminta agar pemerintah daerah dan Balai Sungai bisa mempercepat proses perbaikan tanggul yang jebol.
Sebab jebolnya tanggul di Desa Beringin Jaya memperparah kondisi banjir.
"Semoga cepat diperbaiki tanggul yang jebol. Agar aktivitas masyarakat kembali normal," tandasnya.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana