TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Kepala Dinas Kesehatan Brebes dr Heru Padmonobo M.Kes menyebut, jika anggaran berwisata menggunakan jeep di Karanganyar oleh tenaga kesehatan tidak termasuk dalam biaya yang dianggarkan oleh Panitia.
Menurut dr Heru, para peserta murni merogoh kocek dari Kantong Pribadi.
"Narasi ada yang kurang pas, untuk naik jeep itu murni mandiri dari peserta yang menghendaki naik jeep dan tidak semua."
"Biaya bukan dari panitia, jadi mereka membayar sendiri ke pengelola jeep," ujar Kepala Dinas Kesehatan Brebes dr Heru Padmonobo M.Kes kepada Tribunjateng.com pada Jumat 12 Juni 2026.
Berdasarkan data dari LPSE https://spse.inaproc.id/brebeskab, anggaran tersebut berbunyi biaya kegiatan rapat atau pertemuan di luar kantor. Paket tersebut bernomor 10883246000.
Anggaran tersebut dengan pagu Rp 129,350.000 juta itu bersumber dari APBD 2026, yang dimenangkan oleh Dita Surya Pratama yang beralamat di Jl Kota Baru Raya Rt 007/019 Brebes dengan hasil penawaran Rp 129,241, 740 dan hasil negosiasi Rp 128, 998, 650.
Dengan dana tersebut, pemenang pelaksana pekerjaan diminta untuk biaya pendampingan, koordinsi dan evaluasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (Pertemuan evaluasi pelaksanaan CKG tingkat kabupaten) tersebut adalah:
Baca juga: Fenomena Kampus Negeri Buka Cabang di Daerah, UNY Siap Beroperasi di Blora
A. Menyiapkan penginapan fullboard sesuai dengan spesifikasi teknis.
B. Menyiapkan metting room sesuai dengan spesifiksi teknis.
C. Menyiapkan makan minim sesuai dengan volume pekerjaan.
Kegiatan tersebut dilakukan di Kabupaten Karanganyar pada 4-5 Juni 2026.
Alih-alih hanya melakukan rapat, peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan (nakes) perwakilan 5 peserta dari seluruh Puskesmas juga berwisata dengan menaiki jeep.
Kepala Dinas Kesehatan Brebes dr Heru Padmono, M, Kes mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan penekanan program Cek Kesehatan Gratis.
"Jadi intinya itu dana bukan dari APBD tapi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sudah ada aturan petunjuk teknis."
"Peserta yang mengikuti dari kepala Puskesmas dan tim CKGnya tingkat kabupaten itu pesertanya. 5 nakes kali 38 Puskesmas."
"Itu kan program pemerintah pusat makanya itu anggrannya pusat," ujarnya saat ditemui Tribunjateng.com pada Kamis (11/06/2026) diruang kerjanya.
dr Heru menyebut, dipilihnya Kabupaten Karanganyar karena sesuai dengan anggaran yang ada.
"Anggarankan sudah dipatok segitu, jadi kita ya mengira-ngira yang mampu di jangkau, pelaksanaanya Jumat-Sabtu pekan lalu menginap," ungkapnya.
Pihaknya berdalih, kegiatan tersebut juga sebagai langkah efesiensi agar pihaknya bisa meninjau tim kesehatan haji yang bertugas.
"Sekaligus agar kami, dinas itu bisa nguyup-nguyup juga ke donohudan (Asrama haji), kan saat itu acaranya juga ada kegiatan penjemputan jamaah haji, jadi saya dan kepala bidang bisa sekaligus, itu efesiensinya itu justru."
"Saya bisa menengok tim kesehatan yang bertugas disitu, jadi tidak pakai anggaran lagi," jelasnya.
dr Heru juga membeberkan, jika anggaran DAK tersebut harus digunakan dibanding hangus atau dikembalikan.
"Kalau DAK itu beda, kalau APBD kita bisa melakukan penggeseran. Kalau DAK itu sudah di pagu, kalau ndak digunakan berarti hangus harus digunakan. Dana dari Kementrian Kesehatan yang sudah diajukan sejak tahun 2025," bebernya.
Pihaknya juga bekelit, jika dalam perjalnan tersebut sekaligus mensosialisasikan program prioritas Bupti Brebes yakni Nakes door to door.
"Sekaligus efesiesni anggaran sosialisasi programnya Bupati Nakes door to door," tuturnya.
Tribunjateng.com juga menyinggung, sekaligus jalan-jalan?
"Ya kue tah kabeh, dimanapun ya kaya kue," ungkap dr Heru yang tak membantah. (Pet).