Musim Perdana di Persela, Bima Sakti Belajar Bangun Mental dan Kepercayaan Diri Para Pemain
Januar June 13, 2026 12:14 PM

 

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin


TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Ada sejumlah hal yang menjadi perhatian Bima Sakti saat pertama kali melatih Persela.

Musim pertama bersama Persela Lamongan menjadi pengalaman berharga bagi pelatih Bima Sakti. 

Meski baru bergabung di tengah kompetisi Liga 2 musim 2025/2026, mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru dalam perjalanan karier kepelatihannya.

Ia datang ke Lamongan pada akhir Desember 2025 saat kondisi tim sedang tidak sehat yaitu menurunnya motivasi pemain hingga munculnya keraguan terhadap kondisi manajemen.

“Tidak mudah. Saya masih ingat tanggal 28 Desember saya datang, kemudian tanggal 30 mulai latihan. Saya pikir itu enggak ada di pelajaran kursus kita dari mulai lisensi C sampai A Pro,” kata Bima Sakti, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya,  tantangan terberat yang dihadapinya adalah membangun kembali mentalitas dan kepercayaan pemain yang sempat menurun.

“Biasanya kita diajarkan bagaimana memaintain sebuah tim. Tapi yang kemarin ini benar-benar saya mendapat satu ujian yang menurut saya berat, " tambahnya.

Karena motivasi pemain menurun, kemudian trust pemain terhadap manajemen juga waktu itu belum tahu bagaimana. Gaji juga belum tahu lancar atau tidak, jadi mereka banyak bertanya-tanya.

Bima memilih pendekatan personal kepada para pemain agar perlahan bisa kembali bangkit. Seiring waktu berjalan, suasana tim mulai membaik karena dukungan manajemen yang dinilai sangat maksimal.

“Saya masuk  perlahan-lahan memberikan masukan  buat mereka sehingga mereka bangkit, " katanya.

Baca juga: Alasan Sebenarnya Bima Sakti Terima Kembali Tawaran Jadi Pelatih Persela: Sudah Paham Karakter

Ternyata apa yang mereka khawatirkan selama ini tidak terjadi. Tim semakin baik, manajemen memberikan support yang luar biasa.

Ia menyebut ketepatan pembayaran gaji dan bonus menjadi salah satu faktor penting yang membuat kepercayaan diri pemain kembali tumbuh.

“Gaji yang mereka takutkan bakal terlambat, ternyata tidak pernah terlambat, " katanya.

Mereka selalu diberikan tepat waktu, bahkan bonus juga begitu. Setelah pertandingan, langsung dibayar. Artinya keringat belum kering sudah dibayar. Akhirnya mereka tumbuh rasa kepercayaan diri.

Selain membangun mental tim, Bima juga mendapatkan pengalaman baru dalam mengelola skuad klub profesional. Selama ini, dirinya lebih banyak menangani tim nasional kelompok usia muda.

Di Persela, ia harus cepat beradaptasi dengan komposisi pemain yang sudah terbentuk di tengah kompetisi yang sedang berjalan.

“Yang pertama saya harus bisa mengombinasi pemain-pemain yang sudah ada. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Coach Aji yang sebelumnya memegang Persela," ujarnya. 

Bahkan sebelum hadir ke Lamongan saya sempat bertemu beliau untuk meminta saran dan masukan.

Bima mengaku banyak mendapatkan dukungan dari para mantan pelatih Persela. Mereka menilai Persela sebagai tempat yang tepat untuk berkembang sebagai pelatih karena dukungan klub yang sangat besar.

“Banyak pelatih yang mantan pelatih Persela men-support saya. Mereka bilang, kalau mau banyak belajar dan berkembang sebagai pelatih, coba di Persela karena support-nya sangat luar biasa,” ujarnya.

Tantangan lain yang dihadapi Bima adalah memadukan pemain senior dan pemain muda sesuai regulasi kompetisi di tengah jadwal yang padat.

“Apalagi saya mengenal mereka saat kompetisi sudah berjalan. Ini tidak mudah, karena membangun tim itu harus tahu karakter pemain sejak awal. Sementara kami hanya latihan empat atau lima hari lalu langsung kompetisi,” jelasnya.

Menurut Bima, pendekatan kepada pemain senior tentu berbeda dibandingkan saat melatih pemain usia muda.

“Kalau di junior mungkin kita lebih detail untuk hal-hal kecil. Tapi kalau di senior, mereka sudah dituntut oleh performanya. Saya pikir mereka sudah mengerti, sudah dewasa, dan tahu apa yang harus mereka lakukan,” katanya.


Meski menghadapi berbagai tantangan
, Bima bersyukur mendapat dukungan penuh dari para pemain senior maupun legiun asing yang menjadi bagian penting perjalanan Persela musim lalu.

“Alhamdulillah di Persela ada Hendro, kemudian ada Titan yang sempat kami pinjam dari Bhayangkara, dan pemain-pemain asing juga sangat men-support. Sehingga kita bisa berprestasi lebih baik di tahun kemarin,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.