TRIBUNNEWS.COM - Timnas Inggris mengalami gangguan serius jelang laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 setelah menjadi korban perampokan yang menyebabkan sejumlah perlengkapan penting tim hilang saat proses perpindahan logistik di Amerika Serikat.
Insiden tersebut terjadi ketika skuad asuhan Thomas Tuchel memindahkan perlengkapan dari West Palm Beach, Florida menuju markas latihan di Swope Soccer Village, Missouri.
Sejumlah barang dilaporkan hilang, termasuk sepatu pemain, bola resmi turnamen, hingga perlengkapan latihan, seperti yang dilaporkan Daily Mail.
Kejadian ini membuat staf Inggris harus melakukan inventarisasi ulang untuk memastikan sisa perlengkapan masih layak digunakan menjelang sesi latihan resmi akhir pekan ini.
FA bersama pihak kepolisian setempat juga telah melakukan penyelidikan untuk melacak barang yang hilang.
Dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah yang menghadirkan Arnan Binafsihi (Wakil Ketua Umum Oranje Indonesia) dan Adrian (Spieltag Indonesia) turut membahas berbagai polemik di luar lapangan Piala Dunia 2026.
Menurut Adrian, Piala Dunia 2026 memunculkan banyak drama mulai dari visa, mahalnya harga tiket, hingga dinamika geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
"Cuma memang kondisi AS yang banyak perubahan aturan, terutama imigrasi (visa) yang beberapa negara diblacklist," kata Adrian.
"Ditambah tiket pertandingan sangat mahal melebihi edisi sebelumnya di Qatar. Ditambah hubungannya dengan Iran dengan AS yang belum membaik," jelas Adrian.
Mengutip Fox News, terdapat sekitar 75 nama dalam daftar pembekuan visa, dengan 15 di antaranya berasal dari negara peserta Piala Dunia 2026.
Sejumlah negara yang disebut masuk dalam daftar tersebut antara lain Brasil, Maroko, Kolombia, Uruguay, Senegal, Ghana, Iran, dan Mesir.
Di sisi lain, harga tiket juga menjadi sorotan.
Sebagai contoh, pada laga pembuka antara Amerika Serikat melawan Paraguay di Inglewood, California, pada 13 Juni mendatang, tiket kategori 1 barisan depan dilaporkan mencapai 4.105 dolar AS atau sekitar Rp70 juta, dikutip dari ESPN.
Angka tersebut naik signifikan dibanding sebelumnya yang masih berada di kisaran 2.735 dolar AS atau sekitar Rp46,7 juta.
Baca juga: Paraguay Apes, Gol Bunuh Diri Pertama Piala Dunia 2026 Antar Amerika Serikat Menang 4-1
Selain itu, cuaca ekstrem juga diperkirakan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain.
Di sejumlah kota tuan rumah seperti Miami, Houston, Dallas, Monterrey, Kansas City, dan Atlanta, suhu diprediksi dapat mencapai minimal 32 derajat Celsius, dikutip dari BBC.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, beberapa stadion di Houston dan Dallas telah dilengkapi atap yang dapat dibuka-tutup serta sistem pengatur suhu guna mengurangi dampak panas ekstrem.
Kondisi ini bahkan sudah mulai dirasakan oleh Timnas Inggris saat menjalani latihan di West Palm Beach, Florida, dengan suhu yang menembus lebih dari 32 derajat Celsius.
Meski demikian, situasi tersebut tidak mengubah fokus tim dalam persiapan menghadapi laga pertama Grup L melawan Kroasia yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (18/6/2026) pukul 03.00 WIB.
Timnas Inggris datang ke Piala Dunia 2026 dengan modal positif setelah meraih kemenangan dalam laga uji coba melawan Selandia Baru dan Kosta Rika.
Tim berjuluk The Three Lions itu juga masuk daftar unggulan juara berkat kualitas skuad dan pengalaman pelatih Thomas Tuchel.
Menukik data Opta Analyst, Inggris berada di urutan ketiga sebagai tim favorit juara setelah Prancis dan Spanyol.
Namun, lawan awal Inggris yang akan dihadapi bukan tim sembarangan.
Kroasia pernah menyingkirkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2018 dan kembali tampil impresif pada edisi 2022 dengan finis di posisi ketiga.
Insiden perampokan ini menambah catatan kurang menyenangkan Inggris di ajang Piala Dunia.
Pada edisi 1966, trofi Jules Rimet juga pernah dicuri sebelum akhirnya ditemukan kembali oleh seekor anjing bernama Pickles, yang kemudian menjadi bagian dari sejarah sepak bola Inggris.
Inggris kini berharap gangguan tersebut tidak memengaruhi konsentrasi mereka dalam upaya meraih gelar juara dunia pertama sejak 1966.
(Tribunnews.com/Ali)