Pemkab Cirebon Pasang Target Semua Anak Usia Sekolah Wajib Sekolah, Tak Boleh Ada yang Tertinggal
Ravianto June 13, 2026 02:44 PM

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jangan sampai ada satu pun anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan.

Pesan sederhana namun penuh makna itu kini menjadi pegangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dalam menyusun berbagai strategi untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh wilayah.

Pemerintah daerah menempatkan pemerataan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Berbagai langkah pun disiapkan agar seluruh anak usia sekolah di Kabupaten Cirebon dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak tanpa terkecuali.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon, Dangi mengatakan, pemerataan akses pendidikan menjadi fokus penting pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM.

Menurutnya, arahan Bupati Cirebon sangat jelas, yakni memastikan seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah.

"Pesan Bupati sangat sederhana, bagaimana caranya agar semua anak di Kabupaten Cirebon bisa bersekolah. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah," ujar Dangi saat diwawancarai media, Sabtu (13/6/2026).

Namun, mewujudkan cita-cita tersebut bukanlah pekerjaan yang bisa dilakukan pemerintah sendirian.

Dangi menegaskan, diperlukan keterlibatan banyak pihak agar seluruh anak dapat mengenyam pendidikan secara merata.

"Upaya memastikan seluruh anak mengenyam pendidikan memerlukan kerja sama berbagai pihak, karena tantangan pendidikan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata," ucapnya.

Selain memperluas akses pendidikan, Pemkab Cirebon juga terus berupaya meningkatkan mutu pembelajaran.

Penguatan literasi, numerasi, serta pendidikan karakter menjadi fokus yang terus didorong agar peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Dalam rangka memperkuat program pendidikan, Pemkab Cirebon mengikuti Pertemuan Refleksi dan Perencanaan Daerah Mitra bersama Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), belum lama ini. 

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian program pendidikan periode 2025-2026 sekaligus menyusun rencana kerja tahun 2026-2027.

Dangi menilai program pendampingan INOVASI memiliki peran penting dalam mendukung penguatan sektor pendidikan di daerah.

"Program pendampingan ini memiliki peran penting dalam memperkuat sektor pendidikan di daerah sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat," jelas dia.

Sementara itu, Deputy Program Director Development Priorities INOVASI, Feiny Santosa menegaskan, bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara inklusif agar setiap anak memiliki kesempatan belajar yang sama.

"Peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara inklusif agar seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang setara," kata Feiny, melalui keterangan tertulisnya.

Menurutnya, keberhasilan meningkatkan kualitas pendidikan tidak bisa dicapai secara instan.

Diperlukan perencanaan yang matang serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan.

"Keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan perencanaan yang matang serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan," ujarnya.

Feiny menjelaskan, terdapat tiga aspek utama yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan program pendidikan ke depan, yakni perencanaan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen jangka panjang.

"Rencana yang disusun harus realistis, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan hasil belajar siswa," ucap dia.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan dan berbagai mitra pembangunan, Kabupaten Cirebon berharap dapat mewujudkan sistem pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.(*)

Baca juga: Detik-detik Menegangkan di Cirebon: Lagi Tiduran Bersama Anak, Atap Rumah Khodijah Tiba-tiba Hilang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.