Korban Gempa di Sangihe Segera Terima Bantuan, Bupati Michael Thungari Fokus Percepatan Pemulihan
Dewangga Ardhiananta June 13, 2026 02:49 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe bergerak cepat dalam penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Melalui rapat koordinasi penanggulangan bencana yang digelar Sabtu (13/6/2026), pemerintah memastikan proses penyaluran bantuan kepada warga terdampak segera dilakukan.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menegaskan bahwa distribusi bantuan sementara bagi masyarakat terdampak di wilayah daratan ditargetkan mulai berjalan pada Senin mendatang.

Bantuan tersebut akan diberikan kepada seluruh warga yang telah terdata, baik yang mengalami kerusakan ringan maupun berat akibat gempa.

“Kami menargetkan hari Senin bantuan sudah mulai didistribusikan. Semua masyarakat yang telah terdata akan mendapatkan bantuan, sebagaimana yang sebelumnya sudah diberikan kepada warga di wilayah perbatasan,” kata Thungari.

Pemkab Sangihe bergerak cepat penanganan dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7
BANTUAN - Pemkab Sangihe bergerak cepat dalam penanganan dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sangihe. Melalui rapat koordinasi penanggulangan bencana yang digelar Sabtu (13/6/2026), pemerintah memastikan proses penyaluran bantuan kepada warga terdampak segera dilakukan.

Selain memastikan bantuan segera tersalurkan, pemerintah daerah juga terus melakukan pendataan dan evaluasi kerusakan di sejumlah wilayah terdampak.

Berdasarkan hasil kunjungan langsung Bupati bersama jajaran pemerintah ke Pulau Kawio, Marore, dan Matutuang, ditemukan sejumlah kerusakan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk penanganannya.

Menurut Thungari, kerusakan tersebut meliputi fasilitas pendidikan, rumah dinas guru, puskesmas, serta rumah ibadah yang mengalami dampak cukup signifikan akibat gempa.

“Beberapa kerusakan tidak dapat ditangani sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Karena itu kami akan meminta dukungan pemerintah pusat agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah.

Sejumlah bangunan sekolah di Kawio dan Matutuang mengalami kerusakan yang cukup berat sehingga berpotensi mengganggu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.

“Untuk sementara, jika kondisi bangunan belum memungkinkan digunakan, proses belajar mengajar kemungkinan akan dilaksanakan di luar ruangan sambil menunggu penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah daerah masih memprioritaskan langkah-langkah penanganan darurat guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Sementara itu, upaya koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan pemerintah pusat terus dilakukan untuk memperoleh dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak.

Tak hanya fasilitas umum, rumah-rumah ibadah yang terdampak juga menjadi perhatian serius.

Bupati mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), untuk menyiapkan proposal bantuan yang akan diajukan kepada pemerintah pusat.

“Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi sehingga fasilitas pendidikan, kesehatan, dan rumah ibadah yang rusak dapat kembali berfungsi dan melayani masyarakat,” tutup Thungari.

(TribunManado.co.id/Edu)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.