Harga Pertamax Naik, Gubernur Papua Perketat Pengawasan untuk Cegah Penimbunan BBM
Astini Mega Sari June 13, 2026 03:29 PM


Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Taniya Sembiring 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax mendapat perhatian serius dari Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperketat pengawasan agar dampak kenaikan harga BBM tidak menimbulkan gejolak ekonomi yang signifikan di Papua.

Pasalnya, kenaikan harga BBM memiliki efek domino terhadap berbagai sektor perekonomian.

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Polda Papua Bentuk Satgas BBM Antisipasi Warga Migrasi ke Pertalite

“Kalau harga minyak itu kan mempengaruhi semua sendi perekonomian. Tetapi saya yakin kehati-hatian dari pemerintah itu pasti ada. Kami berharap pengawasan di Papua tetap diperketat supaya tidak ada penimbunan,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (13/6/2026).

Fakhiri menekankan bahwa pengawasan akan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk dengan aparat kepolisian dan direktorat terkait.

Pemerintah daerah akan mengeluarkan surat edaran untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tidak ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan menimbun bahan bakar.

Ia juga menyoroti bahwa dampak kenaikan Pertamax lebih terasa bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan jauh, seperti dari Jayapura ke Sarmi.

“Biasanya dengan Rp100 ribu bisa dapat 5 liter, kalau harga naik tentu jumlahnya berkurang. Itu yang membuat masyarakat merasa terganggu,” jelasnya.

Meski demikian, Fakhiri menilai mayoritas kendaraan di Papua masih menggunakan BBM jenis Pertalite dan Solar. 

Karena itu, kenaikan Pertamax tidak akan terlalu membebani sebagian besar masyarakat. 

“Rata-rata mobil angkutan di sini lebih banyak menggunakan Pertalite dan Solar. Jadi dampaknya tidak terlalu besar,” tambahnya.

Baca juga: Jeritan Penjual BBM Eceran di Jayapura: Terpaksa Pertahankan Harga Rp13 Ribu Demi Pelanggan

Fakhiri berharap masyarakat tetap tenang menghadapi kenaikan harga ini.

Ia menekankan bahwa pemerintah pusat dan daerah akan terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi di Papua.

“Kami akan kontrol supaya walaupun harga naik, kegiatan ekonomi tetap berjalan dan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu,” tegasnya.

Kenaikan harga BBM memang selalu menjadi isu sensitif karena langsung berhubungan dengan biaya hidup masyarakat. 

Di Papua, di mana mobilitas antarwilayah sering membutuhkan perjalanan jauh, kenaikan harga bahan bakar bisa berdampak pada ongkos transportasi dan distribusi barang. 

Namun dengan pengawasan ketat, pemerintah daerah optimistis dampak tersebut dapat diminimalisir.

Dengan langkah pengawasan yang diperketat serta koordinasi lintas instansi, pemerintah Papua berkomitmen menjaga agar kenaikan harga Pertamax tidak menimbulkan masalah besar bagi perekonomian. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.