Lestarikan Budaya NTT, SMPN 4 Langke Rembong Gelar Pentas Seni dan Pameran Rumah Adat
Hilarius Ninu June 13, 2026 03:47 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - UPTD SMP Negeri 4 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar puncak acara Gebyar Akhir Semester Genap dan Pameran Kokurikuler Tahun Ajaran 2025/2026, Sabtu (13/6/2026).

Acara yang berlangsung di Kampung La'o, Kelurahan Wali, Kota Ruteng ini mengusung tema "Gali Potensi, Raih Prestasi, Menuju Generasi Emas dan Berbudaya". Seluruh rangkaian kegiatan sendiri telah dimulai sejak Senin (8/6/2026).

Kepala SMPN 4 Langke Rembong, Damianus Labur menjelaskan, agenda ini bukan sekadar rutinitas pengisi waktu luang pasca-ujian, melainkan panggung penutup yang bermakna dari seluruh proses pembelajaran selama satu tahun ajaran.

"Kita tidak hanya fokus pada kecerdasan akademis semata di dalam ruang kelas, tetapi juga berkomitmen penuh untuk memfasilitasi minat, bakat, serta karakter anak-anak kita," ujar Damianus, Sabtu.

Baca juga: Prakiraan Cuaca NTT 13-18 Juni 2026: Umumnya Cerah Berawan, Pulau Flores Potensi Hujan Ringan

Persiapan 6 Bulan dan Asesmen Bakat

Damianus menambahkan, persiapan untuk acara gebyar ini sudah dilakukan sejak enam bulan lalu. Pihak sekolah terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap minat dan bakat, baik bagi para siswa maupun para guru.

Pasca-asesmen, para guru memberikan bimbingan dan pendampingan intensif kepada siswa sesuai dengan potensi masing-masing.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menanamkan pendidikan karakter, mengasah kreativitas, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap kelestarian budaya lokal.

Dalam acara puncak tersebut, para siswa mementaskan ragam adat Manggarai, seperti dramatisasi upacara perkawinan adat (Nempung) dan tradisi Libur Kilo.

Baca juga: Sambal Ikan Cara Khas Labuan Bajo Manggarai Barat Tembus Australia

Pameran Miniatur Rumah Adat se-NTT

Selain pentas seni, para siswa kelas VII dan VIII juga unjuk gigi dalam pameran kokurikuler.

Siswa kelas VII fokus pada tema "Kearifan Lokal", sementara kelas VIII mengusung tema "Bhinneka Tunggal Ika" yang diwujudkan melalui pembuatan maket rumah adat dan aksesori budaya NTT.

Beberapa miniatur rumah adat yang dipamerkan secara detail meliputi Mbaru Gendang (Manggarai), Rumah Lopo (Timor), Uma Mbatangu (Sumba), Sao Ata Mosa Lakitana (Sikka), Musalaki (Ende), Rumah Adat Sabu Raijua, dan Sa'o (Ngada)

Selain fokus pada budaya, sekolah juga mulai mengadopsi tren modern yang positif dengan menyelenggarakan turnamen E-Sport Free Fire (FF) internal, yang rencananya ke depan akan diperluas antar-sekolah.

Apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Parbud

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Kepala Bidang Kebudayaan, Kesenian, dan Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Manggarai, Tiransius Kamilus Otwin Wisang menyatakan dukungannya.

"Kami mendukung penuh jika pihak sekolah mau menggelar event pentas budaya antar-sekolah. Ke depan, kami juga memiliki program Gerakan Seniman Masuk Sekolah untuk bersama-sama melestarikan budaya ini," kata Otwin.

Senada dengan Otwin, Pengawas SMP Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Mansueta Saiman memuji kolaborasi sekolah yang dinilai sukses membangun mental dan karakter siswa di luar kemampuan akademik.

Ia berharap SMPN 4 Langke Rembong dapat menjadi sekolah percontohan bagi satuan pendidikan lain di Manggarai dalam hal pelestarian budaya lokal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.