Kenapa Udara Malam Sejumlah Wilayah NTT Terasa Dingin saat Kemarau? Ini Penjelasan BMKG
Hilarius Ninu June 13, 2026 04:40 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Udara dingin melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir. Fenomena suhu dingin ini dirasakan terutama pada malam hingga dini hari pada Juni 2026.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah dataran tinggi seperti Ruteng, Kabupaten Manggarai, mencatat penurunan suhu yang sangat drastis hingga menyentuh angka 9,4 derajat Celcius. Sementara untuk wilayah NTT secara umum, suhu minimum berada di angka 13 derajat Celcius.

Mengapa Udara NTT Terasa Sangat Dingin?

BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan kondisi meteorologis musiman yang normal terjadi saat wilayah NTT memasuki musim kemarau.

Istilah ini sering disebut sebagai fenomena bediding. Ada empat faktor utama yang menyebabkan suhu di NTT dingin:

Angin Monsun Australia

Saat ini Australia sedang mengalami musim dingin. Angin Monsun Timur (Monsun Australia) yang aktif bergerak menuju Indonesia membawa massa udara yang bersifat dingin dan kering melewati wilayah NTT.

Langit Tanpa Awan 

Pada musim kemarau, tutupan awan di langit sangat minim. Ketiadaan awan ini membuat panas bumi yang diserap pada siang hari langsung terlepas kembali ke atmosfer secara bebas pada malam hari, menyebabkan suhu permukaan bumi turun drastis menjelang pagi.

Posisi Semu Matahari

Saat ini matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU). Akibatnya, wilayah selatan khatulistiwa, termasuk NTT, menerima intensitas radiasi matahari yang lebih sedikit.

Faktor Ketinggian 

Wilayah dataran tinggi secara geografis memiliki tekanan dan kerapatan udara yang lebih rendah, sehingga suhunya cenderung jauh lebih dingin dibanding wilayah pesisir.

Meskipun malam hari terasa membeku, pada siang hari suhu di NTT justru bisa terasa cukup terik mencapai 33 derajat Celcius dengan kelembapan udara yang kering (berkisar 30-90 persen). Perubahan suhu yang kontras ini rentan memengaruhi kondisi kesehatan tubuh.

Selain mengimbau warga untuk menjaga imunitas dan menggunakan pakaian tebal saat malam hari, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap dampak angin kencang yang bersifat kering. Kondisi ini sangat berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah NTT.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.