TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SAWANGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali membawa angin segar bagi dunia pendidikan di wilayahnya.
Guna memastikan pemerataan akses pendidikan, Pemkot Depok resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan 74 yayasan penyelenggara Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG).
Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Aula Edelweis, Gedung Balai Kota Depok, pada Jumat (12/06/26). Acara tersebut dihadiri langsung oleh perwakilan yayasan, Wali Kota Depok Supian Suri, serta Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah beserta jajaran terkait.
Baca juga: Disdik Depok Tegaskan Rintisan Sekolah Swasta Gratis Tidak Boleh Pungut Biaya Apa Pun ke Wali Murid
Wujud Nyata Keberpihakan pada Masyarakat
Program RSSG ini merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya yang dinilai sukses dan membawa manfaat nyata bagi warga.
Menariknya, antusiasme dan jumlah sekolah yang dilibatkan pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa langkah ini adalah bukti kehadiran pemerintah untuk memberikan kemudahan akses belajar.
Perluasan Jenjang: Dari SMP hingga PAUD/RA
Tidak hanya fokus pada satu jenjang, Pemkot Depok terus mengekspansi program ini agar dampaknya semakin luas.
Tahun ini, kuota partisipasi untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditambah, dan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta Raudhatul Athfal (RA) turut diikutsertakan.
“Sebelumnya ada 47 RSSG, tahun ini tambah lima menjadi 52 sekolah. Kemudian ada 22 jenjang PAUD dan RA yang juga bergabung. Total ada 74 sekolah yang melakukan MoU dan berkomitmen bersama-sama memajukan pendidikan di Kota Depok,” kata Supian merinci data terbaru.
Solusi Jitu Atasi Keterbatasan Kuota Sekolah Negeri
Keterbatasan daya tampung sekolah negeri kerap menjadi kecemasan utama para orang tua di setiap tahun ajaran baru. Dengan adanya program RSSG, masyarakat kini memiliki alternatif jitu.
Warga yang menginginkan pendidikan berkualitas layaknya sekolah negeri kini bisa memanfaatkan fasilitas sekolah swasta tanpa perlu memusingkan biaya.
“Sehingga sekolah swasta menjadi salah satu solusi yang kita ambil untuk mengakomodir harapan mereka yang ingin sekolah di SMP Negeri, tetapi tetap gratis dan bermutu tentunya,” tuturnya.
Wali Kota menaruh harapan besar agar tidak ada lagi potret anak putus sekolah di Depok hanya karena faktor ekonomi.
“Mudah-mudahan dengan adanya kebijakan ini, tidak ada lagi siswa yang tidak bersekolah karena tidak masuk SMP Negeri dan tidak memiliki biaya. Semua kita akomodir, kita bantu, dan apa yang menjadi harapan masyarakat bisa kita penuhi,” tandasnya.