3 Atlet Taekwondo Indonesia Pegang Tiket ke Asian Games 2026 Nagoya, Siap Tantang Raksasa Asia
Wahyu Aji June 13, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemenangan sejati tidak selalu lahir di atas podium dengan kalungan medali.

Bagi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), kemenangan itu datang lewat surat resmi yang meluncur dari markas Asian Taekwondo Union (ATU).

Sebuah kabar melegakan sekaligus membakar semangat, Indonesia resmi menambah dua nomor kualifikasi baru untuk bertarung di panggung elite Asian Games Nagoya 2026.

Tambahan amunisi ini menggenapi tiket yang sebelumnya sudah digenggam erat oleh M. Rizal di nomor poomsae (seni) putra.

Artinya, Merah Putih dipastikan mengirimkan tiga wakil terbaiknya untuk menantang raksasa-raksasa bela diri Asia di Jepang nanti.

Dua tiket emas terbaru lahir dari ganasnya sektor kyorugi (tarung) putra, tepatnya di kelas Under 68 kilogram dan Under 80 kilogram.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah komando Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon, peta pembinaan Taekwondo Indonesia terus bergerak progresif dan disegani di level internasional.

Jalan menuju Nagoya nyatanya penuh dengan tetesan keringat dan drama di atas matras.

Pada Kejuaraan Asia Taekwondo 2026 di Mongolia, M. Bassam Raihan (Under 68 kg) dan M. Raihan Fadhilah (Under 80 kg) memang belum berhasil membawa pulang medali.

Namun, determinasi tinggi mereka menjadi kunci penentu.

Bassam sempat menghentak dengan menumbangkan taekwondoin tuan rumah masa depan Jepang, Shoki Asada, di babak 16 besar sebelum akhirnya dijegal atlet tangguh Kazakhstan, Samirkhon Ababakirov, di perempat final.

Sementara di kelas lain, Raihan Fadhilah tampil beringas menghancurkan wakil Nepal, Abhishek Baral, sebelum langkahnya dihentikan petarung Uzbekistan, J. Jaysunov.

Meski gagal naik podium, konsistensi performa dan poin krusial yang mereka kumpulkan di Mongolia sukses mendongkrak akumulasi poin negara. Hasilnya? Slot menuju Nagoya berhasil diamankan untuk Indonesia! Mereka melengkapi torehan sejarah sang prajurit TNI AD, M. Rizal, yang sebelumnya menyabet perunggu poomsae di ajang yang sama.

Tiga tiket di tangan bukanlah akhir, melainkan undangan resmi untuk masuk ke dalam arena pertempuran paling brutal di dunia taekwondo. Di Nagoya nanti, para ksatria Indonesia akan langsung dikepung oleh negara-negara dengan tradisi juara dunia.

Di Nomor Poomsae: M. Rizal akan adu presisi dengan maestro-maestro dari Korea Selatan, Iran, Chinese Taipei, serta sang tuan rumah Jepang.

Di Kelas Kyorugi Under 68 Kg & Under 80 Kg: Wakil Indonesia harus siap adu mekanik dan ketahanan fisik melawan petarung bertubuh kekar dan berkecepatan tinggi dari Yordania, Uzbekistan, Arab Saudi, Tiongkok, hingga Iran.

Menariknya, tiket yang lolos ini adalah kuota nomor pertandingan milik negara, bukan milik individu atlet yang bertanding di Mongolia.

Sinyal perang internal di pelatnas pun langsung berbunyi.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra Perdana, menegaskan bahwa posisi Bassam maupun Raihan Fadhilah belum sepenuhnya aman.

Kursi pesawat menuju Jepang masih terbuka bagi siapa saja yang mampu membuktikan diri sebagai yang terbaik.

"Jadi nantinya siapa saja yang mewakili Indonesia, bisa saja bukan Bassam atau Raihan. PBTI akan mencari yang terbaik di kelas itu, makanya akan diadakan monitoring seketat mungkin," kata Pino kepada wartawan di Jakarta Jumat (12/6/2026).

Ujian pembuktian pertama akan tersaji di Kejuaraan Satria Nusantara yang digelar di Bandung pada 3 sampai 5 Juli 2026.

Ajang ini akan menjadi panggung saling sikut yang sah bagi para kandidat pengisi tim nasional. Mereka tidak hanya bertarung melawan musuh di atas matras, tetapi juga berkejaran dengan waktu demi mengetuk hati tim pelatih.

Surat dari ATU telah membuka pintu.

Tiga tiket sudah di tangan.

Kini, saatnya Taekwondo Indonesia mematangkan strategi agar di Nagoya 2026 nanti, Merah Putih tidak hanya datang sebagai penggembira, melainkan sebagai penantang gelar yang siap meledakkan kejutan!

Perjalanan menuju Nagoya baru saja dimulai. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.