Perbaikan Jalan dan Infrastruktur Belum Dimulai, Warga Rejang Lebong Tunggu Aksi Nyata
Hendrik Budiman June 15, 2026 04:54 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Masyarakat Kabupaten Rejang Lebong masih menantikan realisasi berbagai program pembangunan infrastruktur yang telah direncanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong pada Tahun Anggaran 2026.

Pasalnya, hingga pertengahan tahun, belum terlihat adanya kegiatan pembangunan fisik yang mulai berjalan di lapangan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan yang sebelumnya disebut akan menjadi lokasi prioritas pembangunan tahun ini.

Beberapa proyek yang sempat disampaikan akan dilaksanakan pada tahun 2026 di antaranya perbaikan Jalan Cokro di Kelurahan Talang Rimbo Baru, pembangunan drainase Pasar Atas, penanganan drainase di kawasan Sidorejo, serta pembangunan drainase di Jalan Mira yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan saat hujan.

Hingga pertengahan Juni 2026, masyarakat mengaku belum memperoleh informasi terbaru terkait kapan pekerjaan tersebut akan mulai dilaksanakan.

Baca juga: Puluhan Anak Terpapar Flu Singapura di Rejang Lebong, Dinkes Lakukan Tracking

Salah seorang warga, Rafdani, mengatakan perbaikan Jalan Cokro menjadi salah satu pembangunan yang paling dinantikan masyarakat.

Menurutnya, kondisi jalan tersebut membutuhkan penanganan karena terdapat bagian badan jalan yang sempat mengalami amblas.

Kondisi itu dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara kendaraan roda dua yang melintas setiap hari.

"Jalan Cokro memang sudah seharusnya segera diperbaiki. Sebelumnya ada bagian jalan yang amblas dan tentu membahayakan masyarakat maupun pengguna jalan,"sampai Rafdani kepada TribunBengkulu.com pada Senin (15/6/2026). 

Masyarakat sekitar sebelumnya mendapat informasi bahwa perbaikan jalan tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Namun hingga saat ini belum ada perkembangan maupun informasi terbaru mengenai pelaksanaan proyek tersebut.

Menurutnya, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan pembangunan yang telah direncanakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

"Semoga pak, katanya ditahun ini bakal diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi,"lanjutnya. 

PUPR Sebut Proses Sedang Berjalan

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rejang Lebong, Luhur Budi Santoso, belum memberikan penjelasan rinci terkait belum dimulainya sejumlah kegiatan pembangunan fisik tersebut.

Saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Luhur hanya menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih berupaya memproses berbagai tahapan agar pembangunan dapat segera dilaksanakan.

"Insyallah secepatnya,"ujar Luhur singkat.

Namun ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai progres, jadwal pelaksanaan maupun kendala yang menyebabkan pembangunan belum berjalan hingga pertengahan tahun, Luhur belum memberikan penjelasan tambahan.

"Nanti ya kita sampaikan,"kata Luhur. 

Sebelumnya, hingga awal Juni 2026, belum ada satu pun kegiatan pembangunan fisik yang bersumber dari APBD Kabupaten Rejang Lebong yang memasuki tahap pelaksanaan.

Bahkan, berdasarkan keterangan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Rejang Lebong, belum ada kegiatan yang masuk proses lelang maupun tender.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keterlambatan realisasi pembangunan, rendahnya serapan anggaran daerah, serta semakin sempitnya waktu pelaksanaan pekerjaan fisik hingga akhir tahun anggaran. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.