Tarif Transjabodetabek Hampir Pasti Naik, Saat Ini Masih Berlaku Harga Lama
Hironimus Rama June 13, 2026 05:30 PM

Laporan Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA -- Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaikkan tarif Transjabodetabek hampir pasti akan diterapkan.

Saat ini Dinas Perhubunan masih mematangkan keputusan terkait penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek ini.

Sambil menunggu keputusan final, saat ini seluruh rute masih memberlakukan tarif lama.

Baca juga: Kaji Kenaikan Tarif Transjabodetabek, Pramono Anung Jamin Subsidi Tetap Ada Agar Terjangkau

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembahasan tarif baru sudah memasuki tahap akhir dan akan segera diputuskan dalam waktu dekat.

“Pokoknya segera difinalkan,” kata Pramono, Sabtu (13/6/2026).

Salah satu yang tengah dikaji adalah tarif rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.

Rute tersebut saat ini masih menerapkan tarif promosi sebesar Rp3.500 yang masa berlakunya akan segera berakhir setelah berjalan selama tiga bulan.

Pramono menegaskan bahwa selama belum ada keputusan resmi, tarif yang berlaku tetap menggunakan skema lama.

“Ya sementara masih tarif yang sama, dalam waktu segera akan segera diputuskan,” ujar Pramono.

Ia juga meluruskan anggapan yang berkembang bahwa seluruh rute Transjabodetabek akan mengalami kenaikan tarif.

Menurutnya, penyesuaian yang tengah dibahas tidak serta-merta berlaku untuk semua layanan.

“Tetapi saya juga ingin meluruskan sekali lagi, bahwa yang Transjabodetabek tidak semuanya tarifnya itu naik gitu ya,” kata Pramono.

“Kalau ada penyesuaian tentunya sama dengan Transjakarta,” lanjut dia.

Di sisi lain, evaluasi sementara terhadap layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan hasil yang positif. 

Menurut Pramono, jumlah pengguna layanan tersebut telah melampaui target yang sebelumnya ditetapkan pemerintah.

“Evaluasinya sebenernya sederhana aja, peminatnya tinggi banget,” ujar Pramono.

Ia menjelaskan, pada awal pengoperasian pemerintah menargetkan sekitar 2.000 penumpang setiap hari.

Namun, jumlah pengguna yang tercatat ternyata melebihi perkiraan tersebut.

“Dulu kan target kita 2.000 per hari, ternyata lebih dari itu,” kata dia.

Pramono menilai tingginya minat masyarakat tidak terlepas dari besarnya kebutuhan transportasi menuju bandara serta keunggulan waktu tempuh yang dimiliki layanan tersebut.

“Dan sekarang ini yang menggunakan bus itu dibandingkan dengan transportasi lain, mereka lebih rata-rata lebih cepat karena punya apa akses tersendiri dan itu keuntungannya,” lanjut Pramono.

Terkait kemungkinan dukungan pendanaan dari pemerintah daerah penyangga, Pramono menyatakan terbuka apabila terdapat kontribusi untuk pengembangan layanan Transjabodetabek.

“Kalau penyangga mau ikut ya Alhamdulillah,” kata dia.

Meski demikian, ia berharap daerah penyangga lebih berfokus pada penyediaan sarana pendukung, terutama pembangunan dan penataan halte di wilayah masing-masing.

“Pokoknya ginilah, saya sebagai Gubernur Jakarta selama kita masih bisa, tentunya saya akan menyelesaikan lebih dulu,” ujar dia.(m27)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.