BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kafilah Kabupaten Banjar untuk ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-37 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dilatih dalam karantina dan program Training Centre (TC) pada 13 hingga 15 Juni 2026 di Hotel Novotel Bandara.
Hari ini pelaksanaan TC tersebut secara langsung dibuka oleh Bupati Banjar yang diwakili Kabag Kesra, Rahmad Ferdiansyah.
Kafilah Kabupaten Banjar untuk MTQ akan dimaksimalkan untuk kembali mempertahankan juara umum. Artinya jika berhasil juara umum empat kali berturut, piala bergilir juara umum MTQ diraih.
Tekad mengincar juara umum pada MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang akan diselenggarakan di Marabahan Kabupaten Barito Kuala pada 18 hingga 26 Juni 2026 mendatang itu disampaikan oleh Sekretaris 2 LPTQ Kabupaten Banjar, Akhmad Nisfuwani.
Pihaknya tetap optimis meraih hasil maksimal karena akan turun dengan kekuatan penuh dan sudah menyiapkan regenerasi.
Meski ada regenerasi, Kabupaten Banjar dipastikan tetap diperkuat oleh para qari dan qariah andalan mereka yang sarat prestasi.
Baca juga: Hasil Semifinal Badminton Australia Open 2026, Rachel/Febi Kehilangan Gelar Juara Secara Dramatis
“Alhamdulillah, peserta unggulan kami seperti Hajah Raudah dan Ramadan Najwa insyaallah masih bisa turun bertanding di ajang kali ini,” ungkap Akhmad Nisfuwani, Sabtu (13/6/2026).
Secara tim, Nisfuani menjelaskan, jika Kafilah Banjar akan turun sebanyak106 orang. Terdiri dari 61 orang peserta musabaqah, serta 45 orang yang bertugas sebagai pimpinan kafilah, official, dan tim pelatih.
Karena itu, sangat wajar jika pihaknya optimis bisa kembali menyapu bersih seluruh 10 cabang musabaqah yang diperlombakan.
Cabang-cabang tersebut meliputi, Seni baca Al-Quran (Tilawah), hafalan Al-Quran (Tahfidz) mulai dari golongan 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, hingga 30 juz.
Dasar Quran dan paham Quran (Fahmil),Kaligrafi (Khat Al-Quran), Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (KTIQ), hafalan hadits serta tafsir Al-Quran. serta cabang lainnya sesuai ketentuan MTQ.
“Setiap tahun komposisi pasti berubah sekitar 10 sampai 15 persen karena regulasi umur. Untuk tahun ini, ada sekitar 10 hingga 15 wajah baru dari total 61 peserta,” urainya. (banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)