SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Harga emas perhiasan di Pasar Shopping Center Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mulai mengalami penurunan setelah sempat menyentuh angka tertinggi Rp 17 juta per suku atau sekitar 6,7 gram pada Januari 2026 lalu.
Turunnya harga emas menjadi sekitar Rp 14 juta per suku disambut antusias masyarakat.
Sejumlah toko emas di kawasan tersebut ramai didatangi pembeli yang memanfaatkan momen penurunan harga untuk membeli berbagai jenis perhiasan, mulai dari cincin, gelang hingga kalung.
Pegawai Toko Emas Purnama, Edwin, mengatakan harga emas saat ini masih mengalami fluktuasi mengikuti pergerakan harga emas dunia.
"Harga emas belakangan ini naik turun mengikuti grafik harga emas dunia. Hari ini dijual Rp 14 juta per suku," kata Edwin saat ditemui Sripoku.com, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, harga saat ini jauh lebih rendah dibandingkan awal tahun 2026 ketika emas sempat mencapai rekor tertinggi.
"Tapi dibanding Januari lalu, harga emas pernah mencapai Rp 17 juta per suku," ujarnya.
Penurunan harga tersebut mendorong meningkatnya minat masyarakat untuk membeli emas.
Namun, Edwin menilai pola pembelian masyarakat kini mengalami perubahan dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Jika dahulu banyak pembeli yang langsung membeli emas dalam jumlah besar, kini mayoritas masyarakat lebih memilih membeli perhiasan dengan berat ringan.
"Kebanyakan membeli emas ukuran seperempat suku, setengah suku, dan paling besar satu suku. Tidak seperti dulu yang langsung membeli lima suku atau lebih," jelasnya.
Fenomena tersebut menunjukkan adanya penyesuaian daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya stabil.
Meski demikian, minat investasi emas dinilai tetap tinggi karena masyarakat menganggap logam mulia sebagai instrumen penyimpanan nilai yang relatif aman.
Untuk jenis perhiasan yang paling banyak diminati, Edwin menyebut penjualannya cukup merata.
"Sekarang pembelian cukup merata. Ada yang membeli cincin, gelang, kalung dan jenis perhiasan lainnya," katanya.
Melihat tren harga yang sedang menurun, Edwin menyarankan masyarakat yang ingin berinvestasi emas agar memanfaatkan momentum saat ini sebelum harga kembali mengalami kenaikan.
"Saya sarankan masyarakat yang ingin mulai berinvestasi emas jangan ragu memanfaatkan harga yang sedang turun karena tidak menutup kemungkinan ke depan akan naik lagi," tandasnya.