Dampak Pertamax Naik, Sopir Travel Manna-Bengkulu Khawatir Ongkos Naik dan Penumpang Makin Sepi
Rita Lismini June 13, 2026 06:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai berdampak pada usaha jasa transportasi travel di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Selain menghadapi penurunan jumlah penumpang, para sopir juga khawatir kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan tarif perjalanan.

Pantauan TribunBengkulu.com di pangkalan travel tujuan Manna-Bengkulu yang berlokasi di Jalan Fatmawati Soekarno, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Sabtu (13/6/2026), aktivitas keberangkatan masih terlihat sepi.

Hanya terdapat dua unit kendaraan travel yang siap berangkat. Para sopir menilai kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax yang kini mencapai Rp 16.650 per liter.

Meski kendaraan yang digunakan masih menggunakan Pertalite, mereka mengaku kenaikan harga BBM tetap berpengaruh terhadap operasional usaha transportasi. Hingga saat ini, tarif travel rute Manna-Bengkulu masih bertahan di angka Rp 100 ribu per orang.

“Untuk saat ini tarif Manna-Bengkulu masih Rp 100 ribu per orang. Dan hingga sekarang belum ada mobil yang masuk dari Bengkulu ke Manna,” ujar sopir travel Andri saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Sabtu (13/6/2026).

Penumpang Sepi

Andri mengatakan jumlah penumpang travel masih terbilang sepi dalam satu bulan terakhir.

Kondisi tersebut membuat para pelaku usaha transportasi berharap tidak ada lagi kenaikan harga BBM yang dapat menambah beban operasional.

Selain penurunan jumlah penumpang, kenaikan harga BBM juga berdampak pada sulitnya mendapatkan bahan bakar.

Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite semakin panjang, terutama bagi kendaraan roda empat.

“Harapannya Pertalite tidak naik, karena kalau naik otomatis tarif ongkos juga ikut naik,” ungkap Andri.

Menurut Andri, kenaikan tarif menjadi hal yang dikhawatirkan para pelaku usaha travel di tengah kondisi penumpang yang masih sepi.

Jika ongkos perjalanan terpaksa disesuaikan akibat kenaikan biaya operasional, mereka khawatir minat masyarakat menggunakan jasa travel rute Manna-Bengkulu akan semakin menurun.

Ia berharap harga BBM dapat kembali stabil sehingga operasional travel tidak semakin terbebani.

Meski nantinya penyesuaian tarif mungkin dilakukan, Andri berharap jumlah penumpang kembali normal seperti biasanya agar kendaraan dapat berangkat dengan jumlah penumpang yang mencukupi.

Dengan kondisi penumpang yang masih sepi, para sopir khawatir kenaikan tarif akibat lonjakan harga BBM dapat semakin memengaruhi minat masyarakat menggunakan jasa travel.

Karena itu, pelaku usaha berharap harga BBM tetap stabil dan jumlah penumpang kembali meningkat agar usaha transportasi dapat berjalan normal dan tidak mengalami kerugian berkepanjangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.