Jatim Terpopuler: Pria Surabaya Tewas saat Mancing hingga Siswa Bangkalan Santai Meski Tanpa MBG
Ani Susanti June 15, 2026 07:14 AM

Diawali dengan pemancing berinisial HS (45), warga Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya, meninggal dunia setelah tercebur ke laut saat memancing di Pulau Karang Jamuang, perairan barat Bangkalan, Minggu (14/6/2026).

Selanjutnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi rumah korban meninggal kecelakaan di gorong-gorong Margorejo, Surabaya.

Terakhir para siswa di Bangkalan tidak meributkan terhentinya distribusi menu MBG.

Berikut selengkapnya:

Baca juga: Jatim Terpopuler: Samsuri Kayuh Sepeda Imbas Harga BBM Naik Hingga Kelakuan Guru Les Menembak

Mancing Berujung Petaka, Pria Surabaya Tewas Saat Cari Spot Melempar Umpan di Pulau Bangkalan

Kegiatan memancing yang semula menjadi agenda rekreasi bagi delapan warga Surabaya berakhir duka.

Seorang pemancing berinisial HS (45), warga Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya, meninggal dunia setelah tercebur ke laut saat memancing di Pulau Karang Jamuang, perairan barat Bangkalan, Minggu (14/6/2026).

Kasat Polair Polres Bangkalan, Iptu Muarib, sejumlah personelnya langsung bergerak ke pesisir kampung nelayan setelah mendapatkan informasi berkaitan pemancing tenggelam di perairan Pulau Karang Jamuang sekitar pukul 08.30 WIB. 

"Jasad korban tiba di kampung nelayan pada pukul 09.00 WIB, disusul kedatangan pihak keluarga dari Surabaya pada pukul 10.30 WIB. Jenazah langsung dibawa ke Kamar Pemulasaran Jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan, tidak ditemukan tanda-tanda tindak kekerasan," ungkap Muarib. 

Delapan orang pemancing asal Surabaya itu bertolak dari Kampung Nelayan Bangkalan pada pukul 01.00 WIB menuju Pulau Karang Jamuang. Rombongan menyewa perahu milik nelayan setempat. 

Muarib menjelaskan, aktivitas masing-masing delapan pemancing dimulai pada pukul 05.00 WIB dengan mencari spot ideal memancing.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Korban Meninggal dalam Kecelakaan di Gorong-gorong Margorejo Ternyata Saudara Wali Kota Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi rumah korban meninggal kecelakaan di gorong-gorong Margorejo, Surabaya.

Mata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkaca-kaca ketika menginjakkan kaki di Jalan Kawatan 7, Bubutan, Surabaya, Sabtu malam (13/6/2026). 

Di rumah duka ini, kesedihannya tak bisa terbendung mengingat sosok Laila Endriati, korban meninggal dunia akibat insiden kecelakaan terperosok ke dalam lubang proyek saluran air, Jumat (12/6/2026) malam. 

Datang bersama sang istri, Rini Indriani, Eri Cahyadi mengenakan busana gamis. Dia baru saja menyelesaikan tasyakuran haji (Walimatus Hajj) di kediamannya setelah kepulangannya dari ibadah Haji, Jumat malam. 

Setiba di lokasi rumah duka, Wali Kota bersama rombongan menyempatkan membacakan tahlil. Datang menyambut, suasana rumah duka mendadak diliputi haru. 

Wali Kota Eri ingat betul dengan situasi di tempat ini. 49 tahun lalu, bapak dua anak ini dilahirkan di kawasan ini, tidak jauh dari rumah duka. Tidak heran, Wali Kota dua periode tersebut juga mengaku kenal akrab dengan keluarga korban. 

BACA SELENGKAPNYA >>>

Siswa Bangkalan Masih Enjoy Meski Tanpa MBG, 9 SPPG Berhenti Beroperasi, Wali Murid Buka Suara

Sejumlah SPPG di Bangkalan berhenti beroperasi.

Riak-riak penolakan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menggelinding, bukan semata disuarakan melalui aksi unjuk rasa mahasiswa di sejumlah daerah, namun juga berkembang lewat suara-suara hati dari sebagian besar wali murid di Kabupaten Bangkalan. 

Suara-suara lantang agar pemerintah menghentikan program MBG, semakin menggema setelah Kejaksaan Agung menangkap dan menetapkan tersangka tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), yaitu Dadan Hindayana (Eks Kepala BGN), Sony Sonjaya (Eks Wakil Kepala BGN), dan Lodewyk Pususng (Eks Wakil Kepala BGN). 

Selain itu, Kejaksaan Agung juga menangkap dan menetapkan tersangka dua pihak swasta; Aspe Yusuf Somantri selaku perantara dan mengintervensi tim verikator mitra, serta Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal, Andri Mulyono atas dugaan mark-up pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai total Rp 1,035 triliun.  

"Sudah ada bukti dan syarat korupsi gede-gedean. Lebih baik hentikan saja (program MBG) daripada anggaran besar, ratusan triliun dibuat makanan yang ujung-ujungnya lari ke perut dan keluar tanpa ada sisa," ungkap Ahmad, seorang wali siswa SD di Kota Bangkalan kepada TribunJatim.com, Minggu (14/6/2026). 

Setelah penetapan tersangka terhadap lima orang dalam skandal pusaran perkara dugaan korupsi, beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangkalan silih berganti menghentikan operasional dapur MBG. 

Bagi Ahmad, terhentinya operasional SPPG hingga terhentinya distribusi MBG di beberapa sekolah bukan menjadi masalah besar.

Pasalnya, para penerima manfaat yang mayoritas siswa termasuk anaknya tidak pernah meributkan terhentinya distribusi menu MBG. 

BACA SELENGKAPNYA >>>

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.