TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Sebuah pohon besar yang telah mengering tumbang di depan Bundaran Smart Pasangkayu, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, diduga akibat diterpa angin kencang.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Senin (15/6/2026), batang pohon berukuran besar itu roboh dari tepi jalan dan menjulang ke arah badan jalan poros.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara yang melintas, terutama pada malam hari atau saat arus lalu lintas ramai.
Baca juga: 5 Kota Besar Ini Akan Kembali Dikepung Demo Protes Kebijakan Pemerintah Prabowo Hari Ini
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbaar Senin, 15 Juni 2026: Berpotensi Hujan Ringan Siang hingga Malam
Dari pantauan di lokasi, bagian batang pohon tampak patah dan menyisakan serpihan kayu serta ranting yang berserakan di pinggir aspal.
Ujung batang yang masih utuh terlihat menjorok ke arah jalan dengan posisi miring sehingga berpotensi mengganggu kendaraan yang melintas di sisi kiri jalan.
Di sekitar lokasi juga terlihat sisa potongan batang dan dahan pohon yang telah patah.
Meski belum sepenuhnya menutup akses jalan, keberadaan batang pohon tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas di kawasan bundaran yang menjadi salah satu titik lalu lintas padat di Kota Pasangkayu.
Sebagai penanda bahaya, petugas kebersihan memasang plastik berwarna merah pada ujung batang pohon yang menjulur ke arah jalan.
Plastik tersebut diikat pada bagian batang yang menjorok agar mudah terlihat oleh pengendara dari kejauhan.
Selain itu, tampak pula penanda berupa karung yang diikat pada batang kayu di depan pohon tumbang tersebut.
Salah seorang warga yang ditemui di lokasi, Usman, mengatakan pohon itu tumbang setelah kawasan tersebut diterpa angin kencang.
"Batangnya sudah lama kering. Setelah angin kencang, pohon itu roboh dan posisinya mengarah ke jalan. Pengendara harus pelan-pelan kalau lewat di sini," ujarnya.
Menurut Usman, lokasi pohon yang berada di jalur utama menuju pusat Kota Pasangkayu membuat keberadaannya cukup membahayakan jika tidak segera dievakuasi.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan pembersihan agar tidak membahayakan pengguna jalan dan menghindari potensi kecelakaan lalu lintas. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan